Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ekonomi»Pemerintah Perkuat Akses Pembiayaan Produktif Lewat Kredit Alsintan dan Kredit Industri Padat Karya

Pemerintah Perkuat Akses Pembiayaan Produktif Lewat Kredit Alsintan dan Kredit Industri Padat Karya

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Ekonomi 21 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian
Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian

Bandung (beritajatim.id) – Pemerintah terus memperkuat akses pembiayaan produktif bagi sektor pertanian dan industri padat karya sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang daya saing industri nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menjelaskan bahwa pemerintah kini mengandalkan dua skema prioritas, yakni Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) serta Kredit Industri Padat Karya (KIPK).

“Kredit Alsintan akan memperkuat mekanisasi dan produktivitas pertanian, sementara KIPK menopang modal kerja, menjaga daya saing industri, serta mempertahankan lapangan kerja di daerah,” kata Ferry dalam Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Alsintan dan Kredit Industri Padat Karya di Bandung, Rabu (20/8).

FGD tersebut juga membahas optimalisasi penyaluran Kredit Alsintan yang telah diatur dalam Permenko Nomor 3 Tahun 2025 dan revisinya, Permenko Nomor 6 Tahun 2025. Hingga 19 Agustus 2025, penyaluran Kredit Alsintan mencapai Rp30,73 miliar kepada 43 debitur, dengan Bank Sulselbar mendominasi penyaluran sebesar Rp17,85 miliar.

Strategi optimalisasi meliputi penyesuaian kebijakan sesuai potensi daerah, edukasi literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga penyalur kredit.

Sementara itu, KIPK diatur melalui Permenko Nomor 4 Tahun 2025 serta diperkuat dengan Permenperin Nomor 34 Tahun 2025 tentang kriteria penerima. Skema ini menyasar industri padat karya seperti makanan-minuman, tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, hingga mainan anak.

Baca Juga:  Wisatawan Asal Malaysia Paling Banyak Gunakan Kereta Cepat Whoosh

Debitur KIPK dapat mengakses pinjaman antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar untuk satu kali pembiayaan, dengan subsidi bunga pemerintah sebesar 5 persen. Dana ini diharapkan mendukung revitalisasi mesin industri, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dan lapangan kerja.

Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu motor utama implementasi program ini. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Jabar mencapai 5,23 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen. Sektor industri manufaktur, khususnya makanan-minuman, tekstil, dan alas kaki, menyerap jutaan tenaga kerja.

Jabar juga konsisten menempati posisi tiga besar nasional dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 11 Agustus 2025, penyaluran KUR di Jabar mencapai Rp16,89 triliun kepada 315 ribu debitur. Secara nasional, realisasi KUR tercatat Rp162,62 triliun atau 56,57 persen dari target tahun 2025.

FGD di Bandung merupakan bagian dari rangkaian program “KUR The Next: Adaptive and Integrative”, yang melibatkan BUMN perbankan, lembaga penjamin, hingga pelaku usaha. Kegiatan ini juga dirangkai dengan kunjungan ke calon debitur KIPK di Majalaya, Jawa Barat, salah satunya Aep Hendar Cahyadi, pengusaha konveksi kain yang berpotensi menerima pembiayaan Rp1–2 miliar untuk pembelian mesin pencelupan.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, serta berbagai bank penyalur dan lembaga penjamin kredit.

Baca Juga:  OJK Perkuat Keterbukaan Informasi Pasar Modal Lewat Digitalisasi Pelaporan Saham

Dengan peluncuran Kredit Alsintan dan KIPK, pemerintah berharap pembiayaan produktif dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga daya saing industri, serta memperluas kesempatan kerja di daerah. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026 Ekonomi
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026 Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stagnan

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan untuk menjaga inflasi, memperkuat daya beli, membantu warga rentan, dan mendukung UMKM.

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dorong UMKM Lokal

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026 Ekonomi
Ilustrasi emas batangan (foto: Jingming Pan/unsplash)

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp11.000 per Gram, Simak Daftar Lengkap Pecahan Terbaru

3 Juli 2026 Ekonomi
Leave A Reply Cancel Reply

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.