Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Media Sosial jadi Penggerak Tren Kuliner Keliling, Ini Penjelasan Pakar Unair

Media Sosial jadi Penggerak Tren Kuliner Keliling, Ini Penjelasan Pakar Unair

Ade MSGAde MSG Lifestyle 25 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Prof Dra Rachmah Ida
Prof Dra Rachmah Ida

Surabaya (beritajatim.id) – Fenomena kuliner keliling dengan konsep mobile semakin marak di kota-kota besar Indonesia, termasuk Surabaya.

Belakangan, publik di media sosial dihebohkan dengan viralnya nasi Padang keliling, yang mengingatkan pada tren kopi keliling yang lebih dulu populer.

Meski dianggap tren baru, praktik kuliner keliling sejatinya memiliki akar historis yang panjang. Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Prof Dra Rachmah Ida MCom PhD, yang menilai bahwa konsep ini bukan sekadar inovasi bisnis, tetapi juga representasi budaya.

Bukan Tren Baru, Melainkan Evolusi

Prof Rachmah menjelaskan bahwa kuliner mobile atau yang kini populer disebut food truck awalnya hadir untuk memenuhi kebutuhan pekerja di lokasi terpencil yang sulit mengakses tempat makan.

“Konsep ini bagian dari strategi menjemput target market. Banyak pekerja yang tidak bisa mobile dan di lokasi kerjanya tidak ada warung, sehingga hadir food truck untuk menjangkau mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena kuliner keliling sebenarnya bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru. Di Indonesia, masyarakat sudah akrab dengan pedagang bakso keliling, tahu tek, atau tahu campur. Perbedaannya, kini pedagang tersebut menggunakan kendaraan modern sebagai sarana berjualan.

Efisiensi Biaya dan Peluang Bisnis

Selain menawarkan kepraktisan bagi konsumen, food truck juga memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha. Menurut Prof Rachmah, biaya operasional yang rendah menjadi keunggulan utama.

Baca Juga:  Mengenal Berbagai Tipe Hubungan Asmara dan Dampaknya bagi Kehidupan Emosional

“Bagi pengusaha, food truck relatif murah. Mereka tidak terbebani pajak bangunan seperti restoran konvensional, sehingga pendapatan lebih efisien,” jelasnya.

Media Sosial sebagai Motor Penggerak

Lebih jauh, Prof Rachmah menekankan bahwa perkembangan pesat tren ini tidak lepas dari peran media sosial. Platform digital mampu menciptakan euforia instan dan mendatangkan massa dalam waktu singkat, terutama melalui konten kreator yang memviralkan pedagang tertentu.

“Media sosial itu luar biasa. Ia mampu membangkitkan kembali fenomena food truck dan bahkan menciptakan subkultur baru di kalangan konsumen Indonesia,” tuturnya.

Dengan perpaduan inovasi bisnis, efisiensi biaya, dan dukungan media sosial, tren kuliner keliling diyakini akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari dinamika budaya kuliner Indonesia. (rio)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
media sosial Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, skrining, dan pendampingan masyarakat.

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani Berbasis Data

8 Juli 2026 News
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle
Dosen FTMM UNAIR menjadi pembicara kuliah tamu di Bayero University Kano, Nigeria, membahas nanokimia komputasi dan peluang kolaborasi riset.

Dosen FTMM UNAIR Paparkan Riset Nanokimia Komputasi pada Kuliah Tamu Internasional di Nigeria

3 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.