Malang (beritajatim.id) – Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN University) bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) sukses menyelenggarakan Summer Law School on International Environmental Law 2025, sebuah program pendidikan hukum intensif.
Kegiatan ini dihelat selama delapan hari, pada 3-10 Agustus 2025, di Moskow, Rusia. Program ini menghadirkan berbagai sesi konferensi, kuliah tamu, diskusi akademik, serta kegiatan budaya yang dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa dan dosen mengenai isu-isu hukum lingkungan internasional dari berbagai perspektif global.
“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam program ini. Isu hukum lingkungan bersifat lintas batas, dan program seperti ini penting untuk membangun dialog internasional,” kata Prof. Aslan Abashidze, Direktur Law Institute of RUDN University mengutip website resmi UB Malang, Rabu (3/9/2025).
Kegiatan Summer Law School merupakan perpaduan antara pemaparan materi di kelas, konferensi, cultural events, dan tur Kota Moskow.
Kegiatan hari pertama dimulai dengan pengenalan kampus RUDN kepada seluruh peserta Summer Law School.
Pembukaan resmi dan pelaksanaan program dimulai pada hari kedua yang dibuka Prof. Aslan Abashidze, Assoc. Prof. Reka Dewantara (Kepala Departemen Ilmu Hukum Universitas Brawijaya), dan Mr. Sun Bohui (Chairman of the Board Directors of Chengtong International).
Kegiatan pada hari yang sama ialah pemaparan materi dengan topik The Contribution of UN Committee on Economic, Social, and Cultural Rights to Clarifying the Concept and International Legal Basis of Sustainable Development oleh Prof Aslan Abashidze dan Climate Change Law: Problem and Perspectives oleh Alexander Solntsev.
Kegiatan Summer Law School tidak hanya berhenti di ruang kelas, peserta diajak mempelajari tarian tradisional Rusia dan menikmati pesta budaya dengan camilan lokal dan musik.
“Belajar hukum sambil mengenal budaya lokal menjadi kombinasi pengalaman yang luar biasa, seru sekali,” seru Leony, peserta dari FHUB.
Hari ketiga konferensi diisi oleh para dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, yang menyampaikan perspektif Indonesia dalam hukum lingkungan, di antaranya: Dr. Reka Dewantara: Towards a Sustainable Economy: Legal and Institutional Frameworks of CSR and Green Finance in Indonesia”.
Lalu, Dr. Indah Dwi Qurbani: Human Rights and Environmental Protection: a Global South Perspective, Diah Pawestri Maharani: Corporate Greed and Invisible Victims: The Hidden Environmental Cost for Indonesian Indigenous People dan Dr. Adi Kusumaningrum: The ICJ’s Advisory Opinion on Climate Change and The Challenge of Environmental Law Enforcement in Indonesia.
Sesi ditutup dengan materi dari Prof. Dr. Douglas De Castro (Lanzhou University) mengenai peran China dalam tata kelola lingkungan global. Hari ditutup dengan pesta ringan dan diskusi informal.
Peserta Summer School juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi kawasan Skolkovo, yang dikenal sebagai “Silicon Valley-nya Rusia”. Kunjungan dipandu oleh Anna Pokrovskaya, ahli paten di Skolkovo.
Kegiatan dilanjutkan dengan piknik di taman dekat Skolkovo dan sesi sinema malam hari yang menayangkan film Anastasia, sebuah film fiksi sejarah berlatar kekaisaran Rusia.
Untuk meningkatkan wawasan peserta, salah satu rangkaian acara dalam kegiatan Summer Law School ini adalah konferensi internasional dengan tema Russian Ecological Society: Defending the Future, melibatkan sekitar lima belas profesor dan peneliti dalam diskusi terbuka mengenai masa depan hukum lingkungan Rusia.
Tiga narasumber utama ialah Kolobov Roman: Legal Framework for The Conservation of Lake Baikal, Nikolai Kichigin: Legal Protection on Environment in Arctic Region, Alena Kodolova: Access of Justice in Environmental Matters: Legal Aspects.
Kegiatan, dilanjutkan pemaparan mengenai perkembangan hukum lingkungan internasional dari berbagai perspektif hukum seperti: Li Yunhan: Green Future: Legal Aspects of Environmental Investment in Hunan, Prof. Dr. Salawati Mat Basir: Marine Environmental Security: Perspective from International Law and Blue Economy, Anna Pokrovskaya: The Role of Green Patents in Driving Sustainable Innovation and Climate Solutions dan Dr. Prabhpreet Singh & Dr. Nivedita Chaudhary dari India, membahas topik-topik seperti Environmental Personhood for Rivers dan The Global E-Waste Crisis.
Tujuan konferensi ini adalah mempertemukan para akademisi dari seluruh dunia untuk mendapatkan pertukaran perspektif secara global mengenai regulasi hukum lingkungan di masing-masing negara. (air)


as a preferred source on Google



