Constância (beritajatim.id) – Ajang European Rocketry Challenge (EuRoC) 2025 yang digelar di Portugal mencatat rekor baru dengan partisipasi 28 tim universitas dari 16 negara, melibatkan sekitar 700 mahasiswa teknik dan sains dari seluruh Eropa. Kompetisi ini menjadi salah satu ajang teknologi roket paling bergengsi di benua tersebut.
Acara yang dimulai sejak Jumat (10/10/2025) dan berakhir hari ini di Campo Militar de Santa Margarida, distrik Santarém, diselenggarakan oleh Portugal Space – Agência Espacial Portuguesa (Badan Antariksa Portugal) dengan dukungan dari Angkatan Darat Portugal dan Pemerintah Kota Constância.
Kompetisi dengan Tantangan Lebih Kompleks
“Tahun ini kami menerima 28 tim—jumlah terbanyak sepanjang sejarah EuRoC. Proyek-proyek yang diajukan jauh lebih menantang, banyak yang sudah mengembangkan roket dengan teknologi hibrida dan bahan bakar cair, yang menunjukkan kematangan teknis luar biasa,” ujar Marta Gonçalves, perwakilan Portugal Space, kepada kantor berita Lusa.
Ia menambahkan, meskipun beberapa tim gagal melakukan peluncuran, banyak yang tetap kembali tahun berikutnya dengan kemampuan lebih baik. “EuRoC bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pembelajaran nyata di mana mahasiswa merasakan pengalaman bekerja dalam misi antariksa sesungguhnya,” katanya.
Empat Tim Portugal Turut Berpartisipasi
Portugal sendiri menurunkan empat tim universitas — jumlah terbanyak sejak kompetisi pertama kali digelar pada 2020 — yakni Fénix Rocket Team, North Space, Porto Space Team, dan Rocketry Experiment Division (RED) dari Instituto Superior Técnico.
Di lokasi peluncuran, semangat dan ketegangan berpadu. “Kami percaya roket Fénix akan menjadi roket pertama buatan kami yang berhasil diluncurkan,” kata Rui Quitério (23 tahun), kepala tim Fénix Rocket, dua jam sebelum waktu peluncuran berakhir.
“Semua kami buat sendiri—struktur, mesin, serat karbon, hingga aluminium. Kami ingin menunjukkan bahwa Portugal memiliki talenta teknik yang mampu bersaing di level dunia,” ujarnya bangga, meski akhirnya peluncuran gagal dilakukan.
Sementara itu, Tomás Raposo dari North Space, yang roket SPATI-II miliknya sempat meledak saat peluncuran, menegaskan bahwa nilai utama dari EuRoC bukan hanya keberhasilan teknis, tetapi proses pembelajaran. “Dalam dua tahun, tim kami tumbuh luar biasa dalam bidang rekayasa dan manajemen. EuRoC memberi kesempatan unik untuk belajar dari kegagalan,” ujarnya.
Membangun Masa Depan Sektor Antariksa Eropa
Menurut Marta Gonçalves, semangat inilah yang menjadi inti dari EuRoC. “Para peserta datang bukan hanya untuk menang, tetapi karena mereka ingin belajar, berinovasi, dan membangun komunitas. Di sinilah masa depan sektor antariksa Eropa terbentuk,” tegasnya.
Dalam sesi pembukaan, Presiden Portugal Space, Ricardo Conde, menyoroti peran penting Portugal dalam membangun ekonomi ruang angkasa Eropa.
“EuRoC adalah contoh nyata bagaimana sains, pertahanan, dan wilayah dapat bersinergi. Portugal kini menjadi pusat pengujian dan inovasi teknologi antariksa di Eropa,” ujar Conde.
Ia menambahkan, kompetisi ini telah menjadi ajang penting di dunia teknologi Eropa. “Kami sedang membangun fondasi agar Portugal menjadi negara dengan akses ke luar angkasa—dengan peluncur, pelabuhan antariksa di Azores, dan sumber daya manusia yang siap menjawab tantangan Eropa,” katanya.
Dukungan Internasional
EuRoC 2025 didukung oleh berbagai mitra besar, termasuk European Space Agency (ESA), Cambridge Aerospace, Tekever, Omnidea, dan perusahaan teknologi lainnya.
Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi: Pavilhão Municipal de Constância sebagai pusat perakitan dan persiapan (paddock), serta Campo Militar de Santa Margarida sebagai area peluncuran. Peserta ditantang untuk meluncurkan roket mereka hingga ketinggian antara 3.000 hingga 9.000 meter.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan kompleksitas teknologi, EuRoC 2025 mempertegas posisi Portugal sebagai pemain kunci dalam pengembangan teknologi antariksa Eropa, sekaligus menjadi batu loncatan bagi generasi baru insinyur dan ilmuwan muda menuju era eksplorasi luar angkasa berikutnya. (hdl)


as a preferred source on Google



