Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»UNICEF Soroti Krisis Anak di Sahel Tengah, 7,5 Juta Butuh Bantuan Mendesak

UNICEF Soroti Krisis Anak di Sahel Tengah, 7,5 Juta Butuh Bantuan Mendesak

Isnan SaidIsnan Said Internasional 27 April 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, Ted Chaiban
Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, Ted Chaiban

Jakarta (beritajatim.id) – Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami jutaan anak di kawasan Sahel Tengah, Afrika. Dalam pernyataan resminya, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, Ted Chaiban, menyebut sekitar 7,5 juta anak saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah kunjungan lapangan selama 14 hari ke tiga negara, yakni Niger, Burkina Faso, dan Mali. Kawasan ini diketahui terus dilanda konflik bersenjata, dampak perubahan iklim, serta krisis sosial-ekonomi yang berkepanjangan.

Ted Chaiban menyoroti bahwa situasi keamanan yang tidak stabil telah memperparah kondisi anak-anak, termasuk meningkatnya risiko kehilangan nyawa. Dalam laporan terbaru, kekerasan yang terjadi di Mali menjadi gambaran nyata rapuhnya kondisi perlindungan anak di wilayah tersebut.

Selain konflik, dampak krisis juga terlihat dari tingginya angka pengungsian. Lebih dari 3,6 juta orang dilaporkan kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan dan instabilitas, yang berdampak langsung pada kehidupan anak-anak dan keluarga mereka.

Meski demikian, Chaiban mencatat adanya harapan dari masyarakat lokal. Di tengah keterbatasan, sejumlah komunitas mulai bangkit dengan membuka kembali aktivitas ekonomi seperti pasar, serta menjaga solidaritas sosial. Anak-anak pun tetap berusaha menjalani kehidupan sehari-hari meski dalam kondisi sulit.

Di sisi kebijakan, pemerintah di tiga negara tersebut dinilai mulai menunjukkan komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia. Upaya peningkatan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pencatatan sipil menjadi fokus penting dalam memperkuat stabilitas jangka panjang.

Baca Juga:  Real Madrid Minta Maaf ke Publik China Usai Dean Huijsen Unggah Meme Rasis

Di Niger, reformasi administrasi kependudukan telah meningkatkan angka pencatatan kelahiran secara signifikan. Sementara di Burkina Faso, alokasi anggaran besar untuk sektor pendidikan dan kesehatan menunjukkan prioritas pada layanan sosial. Adapun di Mali, cakupan imunisasi anak telah mencapai lebih dari 80 persen, mendekati target perlindungan menyeluruh bagi anak-anak.

Namun, tantangan besar masih membayangi. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat lebih dari 1.500 pelanggaran berat terhadap anak sepanjang konflik, termasuk pembunuhan, penculikan, serta perekrutan oleh kelompok bersenjata. Selain itu, lebih dari 8.400 sekolah dilaporkan tidak dapat diakses sepanjang 2025, memperburuk akses pendidikan bagi anak-anak.

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, trauma psikologis, hingga terhambatnya perkembangan anak secara menyeluruh. UNICEF menilai bahwa anak-anak yang tumbuh dalam situasi kekerasan akan menghadapi dampak jangka panjang terhadap pembangunan sosial dan ekonomi.

Dalam kunjungannya, Chaiban juga mencatat kesamaan pandangan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, terkait urgensi perlindungan anak dan pemulihan layanan dasar. Upaya tersebut mencakup pemulihan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta menciptakan kondisi aman bagi pengungsi untuk kembali ke tempat asal mereka.

UNICEF menegaskan pentingnya dukungan global untuk kawasan Sahel Tengah. Meski anak-anak di wilayah ini menunjukkan ketangguhan luar biasa, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kebutuhan mendesak mereka.

Organisasi tersebut juga menyoroti peran tim lapangan UNICEF yang terus bekerja mendukung pemerintah dan masyarakat, terutama dalam memperkuat sistem layanan dasar dan membangun ketahanan komunitas.

Baca Juga:  Iran Tegaskan Tak Akan Mundur, Trump: Gencatan Senjata di Ujung Tanduk!

Krisis berkepanjangan di Sahel Tengah menjadi peringatan bagi komunitas internasional bahwa jutaan anak masih membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata untuk memastikan masa depan yang lebih aman dan layak. (ian)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
UNICEF
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.