Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di seluruh Indonesia.
Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya pemberitaan mengenai peserta yang melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat ujian berlangsung, sebagaimana dilaporkan oleh beberapa media nasional pada Senin (3/11) lalu.
Menanggapi hal tersebut, BSKAP Kemendikdasmen bersama Inspektorat Jenderal telah bergerak cepat melakukan penelusuran dan klarifikasi.
Tim saat ini tengah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah untuk memverifikasi laporan, menelusuri kronologi kejadian, serta memastikan penanganan dilakukan sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 95/M/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA.
Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pihaknya memandang serius setiap bentuk pelanggaran integritas dalam pelaksanaan TKA.
“Tes ini harus berlangsung secara jujur, adil, dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia. Siswa dan sekolah yang terindikasi melanggar aturan sedang kami proses bersama Inspektorat Jenderal serta UPT di daerah,” ujarnya di Jakarta.
Sebagai bagian dari sistem penilaian nasional, TKA memiliki fungsi penting sebagai validator hasil belajar peserta didik. Nilai dari TKA menjadi salah satu sumber penguat terhadap rapor murid dan hasil belajar di satuan pendidikan. Karena itu, kejujuran dan kesetaraan dalam pelaksanaan ujian menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar.
Toni menambahkan, pelaksanaan TKA harus benar-benar adil dan berintegritas, karena hasil ujian mencerminkan kemampuan asli siswa.
“Kami ingin memastikan capaian tersebut bukan hasil bantuan eksternal atau pelanggaran tata tertib,” tegasnya.
BSKAP juga menekankan pentingnya peran guru, kepala sekolah, pengawas, dan orang tua dalam menjaga lingkungan ujian yang jujur dan kondusif. Dukungan semua pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TKA yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan nilai integritas peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, BSKAP bersama Inspektorat Jenderal akan memeriksa satuan pendidikan, pengawas, dan peserta yang diduga melakukan kecurangan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati, proporsional, dan sesuai ketentuan. Setiap temuan akan ditangani berdasarkan hasil klarifikasi resmi dengan pihak sekolah dan UPT terkait.
Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti awal, termasuk rekaman digital dan laporan lapangan dari posko daerah serta pusat.
“Kami memastikan tindak lanjut dilakukan sesuai prosedur dan regulasi, tanpa kompromi, dengan menjunjung tinggi integritas,” jelasnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Kemendikdasmen juga mengaktifkan Posko Pelaksanaan TKA Nasional di Jakarta serta posko pendampingan di setiap daerah. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan, koordinasi, dan respons cepat terhadap kendala teknis maupun laporan non-teknis di lapangan.
Langkah-langkah yang telah dilakukan mencakup:
- Verifikasi laporan oleh UPT daerah dan satuan pendidikan terkait.
- Pengumpulan bukti digital, termasuk kronologi kejadian, laporan pengawas, dan hasil monitoring dari posko teknis.
- Penjatuhan sanksi sesuai ketentuan Kepmendikdasmen 95/2025 berdasarkan hasil pemeriksaan.
- Peningkatan pengawasan lapangan pada hari-hari pelaksanaan berikutnya untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
Irjen Faisal menegaskan, “Kecurangan sekecil apa pun dapat mencederai kepercayaan publik terhadap sistem penilaian nasional. Kami memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.”
Kemendikdasmen mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga integritas pelaksanaan TKA, agar asesmen ini benar-benar mencerminkan kemampuan belajar peserta didik dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun pendidikan yang jujur, adil, dan berkeadilan. (ris)


as a preferred source on Google



