Manila (beritajatim.id) – Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr. resmi menetapkan status bencana nasional selama satu tahun setelah Topan Kalmaegi menimbulkan kehancuran besar di sejumlah wilayah negara tersebut. Keputusan itu tertuang dalam Proklamasi No. 1077 yang ditandatangani pada 5 November 2025 dan diumumkan ke publik pada Sabtu (8/11).
Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penyelamatan, bantuan kemanusiaan, dan pemulihan pascabencana di wilayah yang terdampak parah.
Dengan penetapan status bencana nasional, pemerintah pusat dan daerah dapat mengakses dana darurat untuk program rehabilitasi, serta menjamin ketersediaan layanan dasar bagi warga yang mengungsi.
Kebijakan Darurat dan Langkah Pemulihan
Dalam proklamasi tersebut, Marcos memberikan kewenangan kepada lembaga terkait untuk memberlakukan pembatasan harga kebutuhan pokok dan komoditas penting, memberikan pinjaman tanpa bunga bagi sektor terdampak, serta mencegah praktik penimbunan dan kenaikan harga yang tidak wajar atas barang penting seperti bahan bakar dan obat-obatan.
Pemerintah juga menugaskan seluruh lembaga negara untuk segera melaksanakan program pemulihan pascabencana, dengan fokus memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara itu, kepolisian dan militer Filipina diperintahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah terdampak bencana.
Dampak Mematikan Topan Kalmaegi
Berdasarkan data Kantor Pertahanan Sipil (OCD), Topan Kalmaegi—badai tropis ke-20 yang melanda Filipina sepanjang tahun 2025—menyebabkan sedikitnya 224 orang tewas, lebih dari 100 orang masih hilang, dan 526 lainnya mengalami luka-luka.
Topan ini menerjang wilayah tengah dan selatan Filipina, memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menghancurkan ribuan rumah serta fasilitas umum.
Filipina Bersiap Hadapi Topan Super Fung-wong
Belum tuntas pemulihan dari Kalmaegi, Filipina kini dihadapkan pada ancaman Topan Super Fung-wong, badai tropis kategori 5 yang tengah menguat dan diperkirakan mendarat pada Minggu malam atau Senin pagi (10/11/2025).
Menurut badan meteorologi nasional, Fung-wong berada sekitar 125 kilometer di timur Pulau Catanduanes, wilayah Bicol, dengan kecepatan angin maksimum 185 km/jam dan hempasan hingga 230 km/jam, bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 30 km/jam.
Fung-wong menjadi badai ke-21 yang melanda Filipina tahun ini—melampaui rata-rata tahunan 20 badai—dan diprediksi membawa angin merusak, hujan deras, banjir, serta longsor yang berpotensi mengganggu pasokan listrik dan layanan penting.
Fokus Pemerintah: Keselamatan dan Pemulihan
Pemerintah Filipina kini memusatkan upaya pada evakuasi warga di wilayah rawan, distribusi bantuan logistik, serta pemulihan infrastruktur vital. Marcos menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah menjamin keselamatan warga sekaligus mempercepat proses rehabilitasi pascabencana Kalmaegi, sembari mempersiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi Fung-wong.
“Kita akan memastikan setiap warga yang terdampak mendapat perlindungan, bantuan, dan dukungan untuk bangkit kembali,” ujar Presiden Marcos dalam keterangan resmi. (hdl)


as a preferred source on Google



