Anggana (beritajatim.id) – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menghadirkan program corporate social responsibility (CSR) di bidang pendidikan melalui “PHM Mengajar”. Kali ini, program tersebut menyambangi SMA Negeri 1 di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (3/11/2025).
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Regional Kalimantan, PHM mengajak pekerja dari Lapangan Central Processing Unit (CPU) untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman inspiratif seputar operasional industri hulu migas serta peran mereka dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Sebanyak 62 siswa dengan antusias mengikuti jalannya acara. Mereka aktif menyimak paparan dan memberikan berbagai pertanyaan kepada para narasumber dari PHM. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Anggana pada 8 September 2025 dengan materi utama tentang mitigasi bencana.
Kepala Lapangan CPU PHM, Alien Feliska, dalam sambutannya menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Program PHM Mengajar dirancang untuk memotivasi siswa agar lebih giat belajar, dengan harapan dapat menekan angka putus sekolah di Kecamatan Anggana.
“Sebagai bagian dari anggota masyarakat, PHM dan para pekerjanya terus terlibat dalam beragam inisiatif positif untuk mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat,” ujar Alien Feliska.
Dukungan positif juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Anggana, Dikwas, S.Pd., M.Pd. Ia mengapresiasi PHM, khususnya Lapangan CPU, yang konsisten melibatkan sekolahnya dalam program CSR bidang pendidikan.
“Kami sangat berbangga hati atas kehadiran PHM untuk dapat berbagi ilmu kepada anak-anak di sekolah kami. Harapannya, siswa kami juga lebih mengenal PHM dan juga dapat bercita-cita untuk bekerja di sektor hulu migas, di mana Kecamatan Anggana menjadi daerah penghasilnya. Sehingga, siswa-siswi kami kelak akan turut berkontribusi dalam pembangunan kecamatan ini,” ucap Dikwas.
Secara korporat, komitmen ini diperkuat oleh pernyataan Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan. Dony menegaskan bahwa operasi dan bisnis hulu migas perusahaan dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kemandirian masyarakat, dan kelestarian lingkungan, selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian SDGs Tujuan 4 yang terkait penyediaan pendidikan yang inklusif, adil dan berkualitas, serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua,” jelas Dony.
Lebih lanjut, Dony menyatakan bahwa PHI dan anak perusahaannya, termasuk PHM, secara konsisten menjalankan program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan. Fokusnya adalah mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan sarana pendidikan, memperkuat institusi lokal, serta membangun kapasitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi di Kalimantan.
Melalui inisiatif seperti PHM Mengajar, perusahaan mewujudkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Program ini tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu tentang sektor migas, tetapi juga kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan generasi muda di daerah pesisir.
“Kami meyakini pendidikan sebagai salah satu fondasi utama untuk membangun masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkas Dony Indrawan. (ren)


as a preferred source on Google



