Berlin (beritajatim.id) – Sejumlah pemimpin Eropa menegaskan bahwa setiap keputusan terkait kemungkinan konsesi wilayah Ukraina kepada Rusia hanya dapat dipertimbangkan setelah adanya jaminan keamanan yang kuat dan efektif. Jaminan tersebut dinilai harus mencakup pembentukan pasukan multinasional yang dipimpin oleh negara-negara Eropa dengan dukungan Amerika Serikat.
Penegasan itu tertuang dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh 10 pemimpin Eropa bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, usai pertemuan tingkat tinggi di Berlin, Senin. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat dukungan terhadap perundingan damai yang tengah berlangsung antara negosiator Amerika Serikat dan Ukraina untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Dalam pernyataan tersebut, para pemimpin Eropa merinci sejumlah prasyarat yang dipandang penting sebagai jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina. Salah satunya adalah kemampuan Ukraina untuk mempertahankan kekuatan militernya hingga sekitar 800.000 personel guna menciptakan efek penangkal terhadap potensi konflik di masa mendatang.
Selain itu, Eropa dinilai perlu mengoordinasikan pembentukan pasukan multinasional untuk Ukraina yang berasal dari kontribusi negara-negara yang bersedia. Pasukan ini dirancang untuk didukung oleh Amerika Serikat dan memiliki peran strategis dalam pemulihan kekuatan militer Ukraina, pengamanan wilayah udara, serta peningkatan keamanan maritim, termasuk dengan menjalankan operasi di dalam wilayah Ukraina.
Jaminan keamanan juga mencakup mekanisme pemantauan gencatan senjata yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Mekanisme tersebut diharapkan mampu memberikan peringatan dini terhadap potensi serangan di masa depan sekaligus merespons setiap pelanggaran kesepakatan secara cepat dan terukur.
Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa keputusan mengenai wilayah merupakan hak rakyat Ukraina. Namun, pembahasan tersebut baru dapat dilakukan apabila jaminan keamanan yang kredibel dan efektif telah benar-benar diterapkan.
Sementara itu, di jalur perundingan terpisah, negosiator Amerika Serikat dilaporkan menyampaikan kepada pihak Ukraina bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun dengan Rusia mensyaratkan penarikan pasukan Ukraina dari wilayah timur Donetsk. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat yang mengetahui langsung proses negosiasi.
Situasi ini menunjukkan bahwa pembicaraan damai masih menghadapi tantangan besar, dengan isu jaminan keamanan dan wilayah menjadi titik krusial dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Eropa Timur. (ris)


as a preferred source on Google




