Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Zelenskyy Bantah Tuduhan Serangan ke Kediaman Putin, Nilai Rusia Ganggu Negosiasi Perdamaian

Zelenskyy Bantah Tuduhan Serangan ke Kediaman Putin, Nilai Rusia Ganggu Negosiasi Perdamaian

Isnan SaidIsnan Said Internasional 31 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

Kyiv (beritajatim.id) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menepis tuduhan Rusia yang menyebut Ukraina berupaya menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod. Tuduhan tersebut dinilai sebagai narasi yang direkayasa dan dimanfaatkan Moskow untuk melemahkan perkembangan pembicaraan perdamaian antara Ukraina dan Amerika Serikat.

Melalui pernyataan yang disampaikan di media sosial, Zelenskyy menilai Rusia tengah berusaha mengaburkan kemajuan diplomasi yang mulai terbangun sekaligus menciptakan justifikasi untuk melanjutkan serangan militer, termasuk terhadap ibu kota Kyiv dan gedung-gedung pemerintahan Ukraina.

Zelenskyy menegaskan bahwa klaim terkait dugaan serangan ke kediaman Putin tidak memiliki dasar fakta dan dipandang sebagai bagian dari strategi Rusia untuk menghindari langkah-langkah substantif dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 2022.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa dugaan serangan tersebut berpotensi memengaruhi posisi Moskow dalam negosiasi dan membuka kemungkinan serangan balasan. Pernyataan itu memicu respons keras dari pihak Ukraina.

Bantahan juga disampaikan oleh Duta Besar Ukraina untuk Turki, Andrii Sybiha, yang menilai Rusia tidak pernah mampu menunjukkan bukti yang dapat diverifikasi atas tuduhan tersebut. Kyiv menegaskan bahwa tidak pernah terjadi serangan semacam itu dan menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mengganggu proses diplomatik yang sedang berjalan.

Isu ini mencuat ke ruang publik internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Presiden Vladimir Putin telah menyampaikan kepadanya klaim mengenai dugaan serangan tersebut. Informasi itu disampaikan Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump menyatakan ketidaksetujuannya terhadap eskalasi semacam itu dan mengakui bahwa dirinya mengetahui klaim tersebut langsung dari Putin dalam percakapan yang dinilainya berjalan positif.

Baca Juga:  Xi Jinping dan Donald Trump Sepakati Visi Baru Hubungan China-AS dalam Pertemuan Bersejarah di Beijing

Meski demikian, Trump mengakui bahwa hingga saat itu belum ada kepastian mengenai bukti yang mendukung tuduhan Rusia. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih akan menelusuri kebenaran klaim tersebut di tengah upaya Amerika Serikat memediasi penyelesaian konflik.

Di sisi lain, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengajukan tawaran jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina sebagai bagian dari rancangan rencana perdamaian yang terdiri dari 20 poin. Jaminan tersebut dirancang berlaku selama 15 tahun, meskipun status wilayah Donbas hingga kini masih menjadi persoalan krusial dalam perundingan.

Zelenskyy menilai pengalaman masa lalu, termasuk Memorandum Budapest 1994 yang didukung Amerika Serikat dan Inggris, tidak memberikan perlindungan nyata bagi Ukraina. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mekanisme keamanan yang lebih kuat, termasuk keberadaan pengawas internasional pascaperang.

Ukraina juga menyatakan keinginannya agar jaminan keamanan tersebut memiliki durasi yang jauh lebih panjang, bahkan hingga puluhan tahun, dan menilai hal itu dapat menjadi keputusan bersejarah dalam proses perdamaian. Namun demikian, Ukraina menegaskan tetap menolak menyerahkan wilayah kedaulatannya kepada Rusia.

Sebagai alternatif, Zelenskyy mengusulkan pembentukan zona demiliterisasi dan zona ekonomi bebas di sepanjang garis depan konflik, disertai penarikan pasukan dari kedua belah pihak. Rencana tersebut disebut berpotensi diajukan kepada publik Ukraina melalui referendum nasional apabila Rusia bersedia menyetujui gencatan senjata minimal selama 60 hari.

Baca Juga:  Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Semalam, Ketegangan Selat Hormuz Picu Krisis Energi Global

Sementara itu, Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov menegaskan bahwa Ukraina harus menarik pasukannya dari kawasan yang disebut sebagai sabuk benteng di wilayah Donetsk. Rusia juga kembali mengingatkan risiko kehilangan wilayah tambahan bagi Ukraina apabila kesepakatan tidak tercapai. Wilayah Zaporizhzhia, yang berada di bawah kendali Rusia sejak invasi 2022, tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam perundingan.

Di tengah dinamika negosiasi tersebut, Rusia juga meningkatkan tekanan militer dengan menempatkan sistem rudal Oreshnik berkemampuan nuklir di Belarus. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa sistem tersebut telah resmi masuk dalam dinas aktif. Kepala pasukan rudal Rusia menyebut jangkauan Oreshnik memungkinkan menjangkau seluruh wilayah Eropa.

Langkah ini kian menambah ketegangan geopolitik di saat upaya diplomasi belum menghasilkan terobosan nyata, meskipun Amerika Serikat menilai posisi Ukraina dan Rusia saat ini disebut lebih dekat dibandingkan sebelumnya dalam peluang mengakhiri perang. (ian)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Volodymyr Zelenskyy
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.