Beijing (beritajatim.id) – Perayaan Tahun Baru Imlek di Distrik Chaoyang, Beijing, tampil berbeda tahun ini. Tidak hanya barongsai dan lampion merah, kawasan Chaoyangmen Outer Street berubah menjadi arena terbuka bertajuk “Trendy Chaoyang, Trendy Temple Fair” yang memadukan budaya tradisional dengan karakter IP populer dan instalasi seni modern.
Acara yang berlangsung mulai 10 Februari (Little New Year dalam kalender lunar China utara) hingga 8 Maret 2026 ini dipusatkan di blok UIC kawasan tersebut. Hampir 100 instalasi bertema panda tersebar di berbagai sudut jalan, mulai dari lampion artistik, instalasi seni, hingga titik foto interaktif.
Karakter panda menjadi ikon utama festival ini. Sejumlah figur terkenal turut “hadir”, termasuk Meng Lan dari Beijing Zoo, He Hua dari Chengdu, Hu Hu dari film Panda Plan, serta Bing Dwen Dwen—maskot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Olympic Winter Games. Pang Anda, maskot Air China, serta Panda Roll dari 52TOYS juga meramaikan suasana.
Tak hanya karakter lokal, lebih dari sepuluh IP ternama internasional ikut memeriahkan festival, seperti MOLLY dari Pop Mart dan WAKUKU dari HERE. Kehadiran karakter-karakter ini menciptakan atmosfer yang hangat, ceria, dan menarik bagi generasi muda maupun keluarga.
Dari Tari Yingge hingga VR Tennis
Selain instalasi seni dan karakter IP, festival ini menghadirkan beragam pengalaman budaya. Tarian Yingge dari Chaoshan, Provinsi Guangdong, tampil perdana di Beijing dengan iringan genderang khas Tahun Baru Imlek. Pertunjukan lagu dan tari rakyat dari Guangxi dan daerah etnis lainnya turut memperkaya nuansa Imlek lintas budaya.
Pengunjung juga dapat menikmati minuman dari stasiun minuman tanpa awak berbasis AI, menjelajahi pasar yang menghadirkan kerajinan warisan budaya takbenda, serta produk desainer lokal.
Di pusat perbelanjaan THE BOX, pengunjung dapat mencoba VR tennis, mengunjungi pasar hewan peliharaan, hingga berinteraksi dengan karakter NPC berkeliling yang membagikan amplop merah. Saat malam tiba, pencahayaan tematik, instalasi pohon rajut, dan tata lampu artistik mengubah kawasan ini menjadi galeri seni terbuka.
Sinergi Budaya di Situs Bersejarah
Tak hanya di pusat komersial, perayaan juga merambah situs budaya seperti Dongyue Temple dan Ritan Park. Pemerintah Distrik Chaoyang memanfaatkan warisan sejarah setempat untuk menggelar pameran, pertunjukan, dan pasar tematik yang ramah untuk semua usia.
Festival ini bukan sekadar perayaan Tahun Baru China, tetapi juga menjadi ruang dialog antara tradisi dan modernitas, antara budaya lokal dan pengaruh global. Konsep tersebut menjadikan Trendy Temple Fair sebagai destinasi wisata budaya yang menarik, khususnya bagi generasi muda dan wisatawan internasional.
Destinasi Wisata Imlek yang Interaktif
Dengan konsep terbuka dan interaktif, Chaoyang menyasar pengunjung dari berbagai latar belakang. Festival ini menghadirkan pengalaman Imlek yang lebih nyata dan partisipatif—mulai dari seni instalasi, pertunjukan budaya, hingga hiburan berbasis teknologi.
Transformasi ruang publik ini sekaligus menunjukkan bagaimana perayaan tradisional dapat dikemas dalam format kreatif yang relevan dengan era digital, tanpa meninggalkan nilai budaya aslinya. (ris)


as a preferred source on Google




