Madrid (beritajatim.id) – Lebih dari 90 penumpang kapal pesiar MV Hondius berhasil dievakuasi dari Kepulauan Canary setelah muncul wabah hantavirus yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Proses evakuasi internasional tersebut berlangsung di bawah pengawasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Spanyol.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, menyatakan hingga Sabtu malam sebagian besar penumpang telah dipulangkan ke negara masing-masing melalui penerbangan khusus. Dua penerbangan terakhir dijadwalkan berangkat dari Canary Islands pada Minggu waktu setempat.
Penerbangan terakhir tersebut terdiri dari satu pesawat asal Australia yang membawa enam penumpang dan satu pesawat Belanda dengan 18 orang di dalamnya, termasuk warga negara dari beberapa negara yang tidak menyediakan penerbangan evakuasi sendiri.
Sebelumnya, sebanyak 14 warga negara Spanyol menjadi kelompok pertama yang diterbangkan dari Tenerife menuju Madrid. Setibanya di ibu kota Spanyol, mereka diwajibkan menjalani karantina di rumah sakit militer sebagai langkah pencegahan penyebaran virus.
Setelah itu, warga negara Prancis dan Inggris juga dipulangkan melalui penerbangan menuju Paris dan Manchester.
Otoritas kesehatan Spanyol menyatakan seluruh penumpang serta awak kapal non-esensial akan dievakuasi sebelum kapal MV Hondius berlayar menuju Rotterdam, Belanda. Kapal tersebut nantinya akan menjalani proses disinfeksi menyeluruh untuk memastikan tidak ada potensi penularan lanjutan.
WHO turut mengawasi keseluruhan proses evakuasi dan penanganan wabah tersebut. Pelaksana Tugas Direktur Departemen Manajemen Ancaman Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menyebut operasi ini sebagai upaya internasional yang melibatkan koordinasi antara pemerintah Spanyol dan Belanda.
WHO juga merekomendasikan seluruh orang yang meninggalkan kapal menjalani karantina mandiri atau karantina fasilitas kesehatan selama 42 hari. Pemantauan kesehatan dilakukan secara aktif, termasuk pemeriksaan harian terhadap gejala seperti demam maupun gangguan pernapasan.
Kasus wabah hantavirus di MV Hondius pertama kali dikonfirmasi WHO pada 3 Mei 2026. Hingga 8 Mei 2026, tercatat delapan kasus terkait virus tersebut, termasuk tiga korban meninggal dunia.
Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya berkaitan dengan paparan hewan pengerat terinfeksi. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan berpotensi fatal.
WHO menyebut jenis virus Andes yang dikaitkan dengan wabah di MV Hondius menjadi satu-satunya strain hantavirus yang diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia. Meski demikian, badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut menegaskan risiko penularan kepada masyarakat umum masih tergolong rendah.
Kasus ini menjadi perhatian internasional karena melibatkan penanganan kesehatan lintas negara di tengah meningkatnya kewaspadaan global terhadap penyakit menular yang muncul di moda transportasi internasional, termasuk kapal pesiar. (hdl)


as a preferred source on Google



