Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Iran Tegaskan Tak Akan Mundur, Trump: Gencatan Senjata di Ujung Tanduk!

Iran Tegaskan Tak Akan Mundur, Trump: Gencatan Senjata di Ujung Tanduk!

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 12 Mei 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Donald Trump
Donald Trump

Teheran (beritajatim.id) – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah parlemen Iran menegaskan tidak ada pilihan lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana tercantum dalam proposal 14 poin yang diajukan Teheran. Pernyataan itu muncul di tengah memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Senin (12/5/2026) menyatakan bahwa pendekatan selain menerima tuntutan Iran hanya akan menghasilkan kegagalan berulang. Melalui unggahan di media sosial, ia juga menyindir bahwa semakin lama konflik berlarut, semakin besar biaya yang harus ditanggung pembayar pajak Amerika Serikat.

Ghalibaf turut memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi. Ia menegaskan negaranya telah menyiapkan berbagai opsi jika ketegangan terus meningkat.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal Washington yang dikirim sehari sebelumnya. Trump menilai jawaban Teheran menunjukkan kedua pihak masih memiliki perbedaan tajam dalam sejumlah isu utama.

Trump bahkan menyebut gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat kini berada dalam kondisi rapuh. Menurutnya, respons Iran memperburuk peluang tercapainya kesepakatan baru yang sebelumnya diharapkan mampu menghentikan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam proposalnya, Iran meminta penghentian konflik di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon yang masih dilanda pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Selain itu, Teheran menuntut kompensasi atas kerusakan akibat konflik, penghentian blokade laut Amerika Serikat, jaminan tidak ada serangan lanjutan, hingga pemulihan kembali penjualan minyak Iran di pasar internasional.

Baca Juga:  PBB Serukan Indonesia Junjung HAM dan Kebebasan Pers dalam Menangani Aksi Unjuk Rasa

Iran juga menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini menjadi titik vital distribusi energi dunia. Penutupan jalur pelayaran di kawasan tersebut memicu kekhawatiran global karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati perairan itu.

Trump menilai tuntutan Iran sulit diterima dan menyebut respons tersebut sebagai ancaman terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang telah berlaku sejak April lalu. Ia bahkan mengaku tidak menyelesaikan membaca proposal Iran karena menganggap isinya tidak konstruktif.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengusulkan penghentian konflik terlebih dahulu sebelum membahas isu yang lebih sensitif, termasuk program nuklir Iran. Namun Teheran tetap bersikeras mempertahankan hak-hak strategisnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa tuntutan negaranya merupakan hak yang sah dan bukan permintaan berlebihan. Ia menyebut Iran hanya ingin memastikan perdamaian regional, penghentian tekanan militer, pembukaan akses perdagangan, dan keamanan jalur pelayaran internasional.

Di saat bersamaan, Kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami menegaskan bahwa teknologi nuklir dan pengayaan uranium bukan bagian yang bisa dinegosiasikan dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Iran tetap mempertahankan sikap keras terhadap program nuklirnya di tengah tekanan internasional.

Situasi semakin memanas setelah Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan kembali operasi militer Project Freedom untuk mengawal kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Operasi itu disebut akan diperluas cakupannya jika kembali dijalankan.

Baca Juga:  Dewan HAM PBB Selidiki Dugaan Pelanggaran Kemanusiaan di Afghanistan, AS Sempat Keberatan

Trump mengatakan belum ada keputusan final terkait pengaktifan kembali operasi tersebut. Sebelumnya, Project Freedom sempat diluncurkan pekan lalu, namun dihentikan kurang dari 48 jam kemudian.

Perkembangan terbaru ini menambah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran pasar energi global terhadap potensi gangguan distribusi minyak dunia apabila konflik terus meningkat. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.