Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Makin Intensif

Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Makin Intensif

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 23 Mei 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Donald Trump
Donald Trump

Washington (beritajatim.id) – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di tengah proses negosiasi damai yang berlangsung intensif dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer baru terhadap Iran apabila upaya diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan.

Dua pejabat Amerika Serikat menyebut Trump telah menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasional di Gedung Putih pada Jumat pagi untuk membahas perkembangan negosiasi serta sejumlah opsi strategis yang dapat diambil Washington dalam menghadapi situasi tersebut.

Dalam pertemuan itu, Trump menerima laporan terkait jalannya perundingan damai yang hingga kini disebut masih berjalan alot. Salah satu pejabat menggambarkan proses negosiasi berlangsung sangat sulit karena kedua pihak terus bertukar proposal hampir setiap hari tanpa kemajuan signifikan.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Amerika Serikat, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Direktur CIA John Ratcliffe, serta Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.

Meski opsi militer kembali dibahas, pemerintah Amerika Serikat memastikan situasi di Selat Hormuz masih terkendali. Seorang pejabat AS menyebut tidak ditemukan aktivitas penanaman ranjau maupun kerusakan kapal sejak konflik pecah. Hingga saat ini juga belum ada indikasi Iran melakukan operasi penambangan laut di jalur pelayaran strategis tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, jalur diplomasi terus diupayakan. Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Syed Asim Munir dilaporkan tiba di Teheran untuk bertemu pejabat senior Iran. Sejumlah sumber menyebut kunjungan tersebut bertujuan membantu memfasilitasi negosiasi antara Tehran dan Washington.

Baca Juga:  Kuba Tolak Tuduhan AS sebagai Sponsor Terorisme, Rubio Langsung jadi Sorotan

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan pembicaraan yang berlangsung saat ini masih difokuskan pada upaya penghentian perang, bukan pada isu nuklir secara langsung.

Menurut Baghaei, perbedaan posisi antara Iran dan Amerika Serikat masih sangat besar dan tidak mungkin diselesaikan hanya dalam beberapa putaran dialog singkat. Iran disebut lebih memprioritaskan terciptanya gencatan senjata yang dapat melindungi kepentingan nasionalnya serta menjaga stabilitas kawasan.

Ia juga menegaskan Iran tetap berpegang pada haknya untuk memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT.

Laporan media regional menyebut draf kesepakatan damai potensial antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan memuat sembilan poin utama. Beberapa di antaranya meliputi gencatan senjata menyeluruh tanpa syarat, jaminan penghentian serangan terhadap infrastruktur sipil dan militer, penghentian perang media, hingga jaminan kebebasan navigasi di kawasan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman.

Draf tersebut juga disebut mencakup mekanisme pemantauan bersama untuk mencegah konflik baru, dimulainya negosiasi lanjutan dalam waktu tujuh hari setelah kesepakatan diumumkan, serta pengurangan bertahap sanksi Amerika Serikat terhadap Iran apabila Tehran memenuhi komitmen yang disepakati.

Dokumen awal itu dilaporkan berpotensi diberi nama “Islamabad Declaration” dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut akan memimpin tim negosiasi Iran.

Sumber dari Pakistan menyebut proses pembicaraan sejauh ini diwarnai optimisme yang sangat hati-hati. Namun, isu utama terkait program pengayaan uranium Iran masih menjadi hambatan terbesar yang belum menemukan titik temu.

Baca Juga:  Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan 27 Orang di Kyiv, Jadi Serangan Paling Mematikan Sepanjang 2026

Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sebelumnya memanas setelah serangan militer yang dimulai pada 28 Februari lalu. Setelah 40 hari pertempuran, ketiga pihak menyepakati gencatan senjata pada 8 April. Putaran pertama negosiasi damai di Islamabad pada 11-12 April belum menghasilkan kesepakatan final, namun komunikasi diplomatik terus berlanjut melalui mediasi Pakistan. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.