Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
[gtranslate]
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Kuba Tolak Tuduhan AS sebagai Sponsor Terorisme, Rubio Langsung jadi Sorotan

Kuba Tolak Tuduhan AS sebagai Sponsor Terorisme, Rubio Langsung jadi Sorotan

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 4 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio

Jakarta (beritajatim.id) – Pemerintah Kuba kembali menolak tuduhan Amerika Serikat yang menempatkan negara tersebut dalam daftar negara sponsor terorisme. Penolakan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mempertahankan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk tetap memasukkan Kuba dalam daftar tersebut saat menghadiri sidang dengar pendapat di Senat Amerika Serikat.

Respons keras datang dari Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, yang menilai tuduhan Washington tidak didasarkan pada bukti yang kuat, melainkan lebih dipengaruhi pertimbangan politik. Melalui pernyataannya di media sosial X, Rodriguez menegaskan bahwa status Kuba dalam daftar negara sponsor terorisme merupakan keputusan sepihak yang tidak memiliki landasan objektif.

Menurut Rodriguez, pemerintah AS gagal menunjukkan argumentasi yang meyakinkan terkait tuduhan tersebut. Ia menilai kebijakan yang terus dipertahankan Washington mencerminkan upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap Kuba, terutama di sektor ekonomi yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran berbagai pembatasan dan sanksi.

Pemerintah Kuba juga menuding kebijakan tersebut bertujuan memperburuk kondisi ekonomi dalam negeri dengan cara menghambat akses terhadap perdagangan, investasi, dan hubungan keuangan internasional. Rodriguez menilai langkah tersebut berpotensi memicu dampak kemanusiaan yang lebih luas bagi masyarakat Kuba.

Selain mengkritik kebijakan pemerintah AS, Rodriguez turut menyoroti proses politik di Washington yang dinilainya membiarkan tuduhan terhadap Kuba terus bergulir tanpa pembuktian yang memadai. Menurutnya, tudingan yang berulang kali disampaikan pejabat AS telah memperkeruh hubungan bilateral yang selama ini mengalami pasang surut.

Baca Juga:  Shanghai Electric Naik Peringkat Global Proyek Desalinasi Air Laut, Masuk Lima Besar Dunia

Pernyataan tersebut muncul setelah Marco Rubio memberikan kesaksian dalam sidang Senat AS dan membela keputusan pemerintahan Trump untuk mempertahankan Kuba dalam daftar negara yang dituduh mendukung aktivitas terorisme. Dalam forum tersebut, Rubio menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap dianggap relevan oleh pemerintah AS.

Isu penempatan Kuba dalam daftar negara sponsor terorisme telah menjadi salah satu sumber ketegangan utama dalam hubungan Havana dan Washington. Status tersebut membawa konsekuensi luas, termasuk pembatasan akses terhadap sistem keuangan internasional, hambatan investasi asing, serta sanksi ekonomi tambahan yang dapat memengaruhi aktivitas perdagangan negara tersebut.

Bagi Kuba, pencantuman dalam daftar tersebut dinilai berdampak langsung terhadap upaya pemulihan ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah Kuba selama ini berulang kali meminta agar Amerika Serikat mencabut status tersebut dan meninjau kembali kebijakan sanksi yang dianggap merugikan masyarakat sipil.

Sementara itu, pemerintahan AS tetap berpendapat bahwa kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga kepentingan keamanan nasional dan mendukung agenda luar negeri Washington. Perbedaan pandangan yang tajam antara kedua negara menunjukkan bahwa isu sponsor terorisme masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam normalisasi hubungan diplomatik Kuba dan Amerika Serikat.

Perdebatan terbaru antara Bruno Rodriguez dan Marco Rubio kembali menyoroti ketegangan yang belum mereda antara kedua negara. Di tengah dinamika geopolitik kawasan Amerika Latin, status Kuba dalam daftar negara sponsor terorisme diperkirakan akan tetap menjadi isu sensitif yang memengaruhi hubungan bilateral dan kebijakan luar negeri kedua negara dalam waktu dekat. (ian)

Baca Juga:  AS Berlakukan Blokade Laut Iran, Ketegangan Global Meningkat di Selat Hormuz
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Benjamin Netanyahu

Israel Perluas Serangan ke Beirut, Netanyahu dan Menhan Katz Perintahkan Operasi Militer di Lebanon

1 Juni 2026 Internasional
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif

Respons Desakan Donald Trump soal Abraham Accords, Pakistan Tegas Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

26 Mei 2026 Internasional
Sebanyak 26 orang berhasil diselamatkan setelah gedung 9 lantai yang masih dibangun ambruk di Angeles City, Filipina.

Gedung 9 Lantai Ambruk di Filipina, 26 Orang Berhasil Diselamatkan dari Reruntuhan

25 Mei 2026 Internasional
Donald Trump

Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Makin Intensif

23 Mei 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Negosiasi Damai AS-Iran Masuk Tahap Akhir, Ketegangan Selat Hormuz Masih Tinggi

22 Mei 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Xi Jinping dan Donald Trump Sepakati Visi Baru Hubungan China-AS dalam Pertemuan Bersejarah di Beijing

15 Mei 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak pelajar menjauhi narkoba sebagai upaya mencetak generasi unggul dan pemimpin masa depan.

Ning Ita Bekali Pelajar Kota Mojokerto Hadapi Ancaman Narkoba demi Ciptakan Generasi Unggul Masa Depan

4 Juni 2026
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari

DBHCHT Mojokerto Buka Peluang Kerja, 300 Peserta Pelatihan Sudah Terserap

4 Juni 2026

Cara Unik Pemkot Surabaya Hapus 68 Titik TPS Liar dengan Pot Bunga: Satire dan Estetik

3 Juni 2026

Jadwal Timnas U19 Indonesia vs Timor Leste di AFF U19 2026

3 Juni 2026
Gus dan Yuk Kota Mojokerto 2026,Ika Puspitasari,Ning Ita,budaya Majapahit,sejarah Majapahit,wisata Mojokerto,duta wisata Mojokerto,generasi muda Mojokerto,pelestarian budaya,Kota Mojokerto,pariwisata Mojokerto,identitas daerah

Ning Ita Titip Misi Majapahit kepada Finalis Gus dan Yuk Kota Mojokerto 2026

2 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.