Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Apkesmi Luncurkan Program Puskesmas Siap SEDIA untuk Perkuat Pencegahan Anemia dan Stunting di Indonesia

Apkesmi Luncurkan Program Puskesmas Siap SEDIA untuk Perkuat Pencegahan Anemia dan Stunting di Indonesia

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 29 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, SKM, M.Kes
Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, SKM, M.Kes

Tangerang (beritajatim.id) – Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) meluncurkan program Puskesmas Siap SEDIA (Skrining, Edukasi, Intervensi Aksi Cegah Anemia dan Stunting) sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan primer dalam mencegah anemia defisiensi besi (ADB) dan stunting pada ibu serta anak. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini sekaligus memperkuat edukasi dan intervensi di tingkat puskesmas.

Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, SKM, M.Kes., mengatakan puskesmas memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas layanan primer dinilai menjadi langkah penting dalam menekan angka anemia dan stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional.

Dalam konferensi pers di Tangerang, Senin (29/6/2026), Kusnadi menjelaskan bahwa program Puskesmas Siap SEDIA dirancang agar tenaga kesehatan memiliki pendekatan yang lebih sistematis dalam melakukan skrining, memberikan edukasi, hingga menentukan intervensi sesuai kondisi pasien.

Menurutnya, pencegahan anemia dan stunting harus dilakukan sejak dini karena kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan fisik maupun perkembangan kognitif anak. Semakin cepat risiko terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

Program yang mendapat dukungan dari Danone Indonesia tersebut menerapkan tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah skrining menggunakan standar antropometri dan kalkulator zat besi yang membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko anemia maupun gangguan pertumbuhan pada anak.

Baca Juga:  Bojonegoro Youth Talent Arena 2025 Tampilkan 15 Talenta Muda, Dorong Pemuda Berdaya Saing Nasional

Tahap berikutnya berupa edukasi kepada orang tua melalui media Flipchart SEDIA yang memuat informasi mengenai gizi seimbang, pentingnya pemenuhan zat besi, serta pola makan sehat bagi ibu dan anak. Setelah itu, tenaga kesehatan akan memberikan intervensi yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan sehingga penanganan menjadi lebih tepat sasaran.

Kusnadi berharap implementasi awal program di sejumlah puskesmas dapat menjadi model penguatan layanan primer yang mampu mempercepat upaya pencegahan anemia defisiensi besi dan stunting secara berkelanjutan.

Sementara itu, Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menilai pencegahan stunting dan anemia memerlukan pendekatan berbasis bukti ilmiah agar setiap intervensi memberikan hasil yang optimal.

Ray menyampaikan bahwa pihaknya mendukung program tersebut, terutama dalam penguatan aspek skrining di fasilitas kesehatan primer. Menurutnya, deteksi dini yang dilakukan secara sistematis akan meningkatkan efektivitas edukasi kepada keluarga sekaligus membantu tenaga kesehatan menentukan langkah intervensi yang sesuai sehingga risiko gangguan gizi dapat ditekan sejak awal.

Peluncuran program ini juga dilatarbelakangi masih tingginya angka stunting di Indonesia. Berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting masih berada pada angka 19,8 persen. Artinya, sekitar satu dari lima balita di Indonesia masih mengalami gangguan pertumbuhan kronis yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI Usai Ucapannya Dinilai Menyakitkan Publik

Selain berdampak pada tinggi badan, stunting berkaitan erat dengan berbagai persoalan gizi, termasuk anemia defisiensi besi yang masih banyak ditemukan pada ibu hamil, ibu menyusui, maupun anak-anak.

Para ahli menjelaskan bahwa anemia defisiensi besi dapat mengganggu perkembangan otak dan fungsi kognitif anak. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kemampuan konsentrasi, daya ingat, serta proses belajar, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas tumbuh kembang hingga produktivitas saat dewasa.

Melalui pendekatan skrining, edukasi, dan intervensi yang terintegrasi, Apkesmi berharap program Puskesmas Siap SEDIA dapat memperkuat peran puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kolaborasi antara organisasi profesi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan sektor swasta juga diharapkan mampu mempercepat penurunan angka anemia serta stunting, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Kesiapan Jawa Timur Dorong Perluasan Digitalisasi Bansos di Bawah Arahan Mendagri dan Dewan Ekonomi Nasional

30 Juni 2026 News
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026 News
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026 News
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026 News
Penertiban di Jl Niasa Surabaya

Pemkot Surabaya Tertibkan Jalan Nias dan Bangun Taman Baru, Eri Cahyadi Tegaskan Prioritas Kepentingan Publik

29 Juni 2026 News
Menag Nasaruddin Umar mengajak MUI memperkuat peran menjaga nilai Islam dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.

Menag Nasaruddin Umar Ajak MUI Perkuat Peran Jaga Nilai Islam dan Dukung Pembangunan Nasional

29 Juni 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Kesiapan Jawa Timur Dorong Perluasan Digitalisasi Bansos di Bawah Arahan Mendagri dan Dewan Ekonomi Nasional

30 Juni 2026
Berita Terbaru
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026
SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.