Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 30 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi meluncurkan program Pendampingan dan Layanan Terintegrasi bagi Keluarga Aparatur Sipil Negara (PELITA ASN) pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Graha Menur, RSD Prof. dr. Moeljono Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/6).

Peluncuran program ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara melalui layanan pendampingan, konsultasi, dan penanganan persoalan rumah tangga secara terpadu. Pemerintah menilai keluarga yang harmonis menjadi fondasi penting dalam mendukung profesionalisme ASN sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, PELITA ASN dirancang sebagai layanan preventif yang memberikan ruang konsultasi bagi aparatur sipil negara ketika menghadapi persoalan keluarga. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencegah konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih serius, termasuk berujung pada perceraian.

Menurut Khofifah, selama ini masih ditemukan tingginya angka perceraian di kalangan ASN sehingga diperlukan sistem pendampingan yang lebih komprehensif. Karena itu, pemerintah daerah memilih menghadirkan mekanisme konsultasi sejak dini agar berbagai persoalan rumah tangga dapat diidentifikasi dan diselesaikan melalui pendekatan yang lebih solutif.

Ia menambahkan, program PELITA ASN merupakan implementasi semangat ibda’ binafsik, yakni memulai perubahan dari lingkungan pemerintahan sendiri sebelum menjadi contoh bagi masyarakat luas. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat diadopsi oleh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya aparatur.

Baca Juga:  Jangan Biarkan Jarak Memutus Silaturahmi, Ini Inspirasi Ucapan Ramadan 2026 untuk Status Medsos

Peluncuran PELITA ASN juga ditandai dengan penandatanganan Persetujuan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur. Kesepakatan tersebut menjadi dasar penguatan kolaborasi dalam penyediaan layanan pendampingan keluarga ASN yang mencakup edukasi, konseling, hingga penanganan persoalan keluarga secara terintegrasi.

Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, pemerintah berharap layanan kepada ASN tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh persoalan kesejahteraan keluarga yang berpengaruh terhadap produktivitas dan kinerja aparatur.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan Penilaian Kinerja Pencegahan Perkawinan Anak (PPA Award) Tahun 2026 kepada sejumlah pemerintah kabupaten dan kota yang dinilai berhasil membangun inovasi dalam perlindungan anak.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka perkawinan anak melalui berbagai program edukasi, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Pada PPA Award 2026, Pemerintah Kota Malang meraih Juara I, disusul Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebagai Juara II, dan Pemerintah Kota Probolinggo sebagai Juara III. Sementara itu, penghargaan Inovasi Terbaik diberikan kepada Pemerintah Kota Surabaya, penghargaan Kelembagaan Terbaik diraih Pemerintah Kabupaten Lamongan, sedangkan penghargaan Koordinasi Lintas Sektor Terbaik diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga. Menurutnya, PPA Award menjadi salah satu terobosan yang menunjukkan komitmen daerah dalam menghadirkan kebijakan berbasis perlindungan anak serta penguatan keluarga.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Tuban Salurkan 5.500 Bibit Lele untuk Dukung Kemandirian Pesantren

Ia juga menilai berbagai inovasi yang dilakukan Jawa Timur menjadi salah satu alasan provinsi tersebut kerap memperoleh perhatian dan penghargaan di tingkat nasional karena mampu menghadirkan program yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 di Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga peradilan, serta BKKBN dalam membangun keluarga yang tangguh. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap PELITA ASN dapat menjadi model layanan pendampingan keluarga aparatur yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ASN, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur Sufi Agustini, Direktur RSD Prof. dr. Moeljono Provinsi Jawa Timur Vitria Dewi, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin, jajaran Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Kesiapan Jawa Timur Dorong Perluasan Digitalisasi Bansos di Bawah Arahan Mendagri dan Dewan Ekonomi Nasional

30 Juni 2026 News
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026 News
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026 News
Penertiban di Jl Niasa Surabaya

Pemkot Surabaya Tertibkan Jalan Nias dan Bangun Taman Baru, Eri Cahyadi Tegaskan Prioritas Kepentingan Publik

29 Juni 2026 News
Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, SKM, M.Kes

Apkesmi Luncurkan Program Puskesmas Siap SEDIA untuk Perkuat Pencegahan Anemia dan Stunting di Indonesia

29 Juni 2026 News
Menag Nasaruddin Umar mengajak MUI memperkuat peran menjaga nilai Islam dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.

Menag Nasaruddin Umar Ajak MUI Perkuat Peran Jaga Nilai Islam dan Dukung Pembangunan Nasional

29 Juni 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Kesiapan Jawa Timur Dorong Perluasan Digitalisasi Bansos di Bawah Arahan Mendagri dan Dewan Ekonomi Nasional

30 Juni 2026
Berita Terbaru
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026
SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.