Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Kesiapan Jawa Timur Dorong Perluasan Digitalisasi Bansos di Bawah Arahan Mendagri dan Dewan Ekonomi Nasional

Kesiapan Jawa Timur Dorong Perluasan Digitalisasi Bansos di Bawah Arahan Mendagri dan Dewan Ekonomi Nasional

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 30 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmen penuh untuk mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital melalui perluasan program percontohan (piloting) digitalisasi bantuan sosial (bansos).

Komitmen strategis ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Koordinasi Monitoring Perluasan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026).

Forum tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta dihadiri oleh perwakilan dari 43 kabupaten dan kota di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan pemerintah pusat yang telah menetapkan empat wilayah di Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, dan Kabupaten Banyuwangi, sebagai daerah percontohan awal.

Menurut Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, keberhasilan eksekusi di empat titik tersebut menjadi modal serta rekam jejak yang kuat untuk mereplikasi program ke wilayah

lain. Mengingat kesiapan infrastruktur digital dan kematangan ekosistem pemerintahan lokal yang sudah mumpuni, Khofifah mengusulkan tambahan empat daerah baru untuk ikut serta dalam fase perluasan ini, yakni Kota Madiun, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Probolinggo. Dengan total 38 kabupaten dan kota di bawah yurisdiksinya, penambahan cakupan digitalisasi dinilai krusial agar distribusi bantuan sosial regional berjalan jauh lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Profil Chad Brown, Amunisi Asing Baru Satria Muda Pertamina Bandung

Kendati optimistis dengan integrasi teknologi ini, Pemprov Jawa Timur tetap memberikan catatan kritis terkait validitas data di lapangan. Khofifah Indar Parawansa mengingatkan bahwa kesuksesan platform digital sangat bergantung pada kualitas basis data penerima manfaat.

Guna menekan potensi inclusion error maupun exclusion error yang kerap dipicu oleh warga yang belum terdaftar (unregistered people) serta data yang belum terverifikasi, Pemprov Jawa Timur siap memperketat proses pemutakhiran data secara berkala dengan menyajikan informasi yang lebih detail dan akurat dari tingkat akar rumput.

Di samping persoalan data, pengalaman riil di lapangan juga dibagikan sebagai bahan evaluasi kebijakan nasional. Salah satunya mencakup formula dukungan bagi pilar-pilar sosial dan agen daerah yang terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran, agar penyesuaian operasional tidak mengganggu kualitas pelayanan masyarakat.

Tantangan teknis administratif seperti proses pembukaan rekening bank bagi penerima bansos di awal program juga disoroti agar tata kelola rekening ke depan dapat disempurnakan demi menjamin kecepatan dan keberlanjutan penyaluran perlindungan sosial.

Sejalan dengan visi tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa digitalisasi bansos merupakan pilar penting dari percepatan Government Technology (GovTech) nasional guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang integratif dan bersih.

Merespons dinamika di Jawa Timur, Tito Karnavian memberikan dukungan penuh terhadap usulan penambahan daerah piloting baru dan berkomitmen penuh mengoordinasikan jajaran pemerintah daerah untuk menyukseskan agenda besar yang dipimpin oleh Dewan Ekonomi Nasional.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Pemerintah Terhadap Hilirisasi Ekonomi

Secara khusus, ia memuji Kota Surabaya sebagai Ibu Kota Jawa Timur yang menunjukkan progres implementasi paling impresif dan berpotensi menyelesaikan fase adaptasi teknologi ini lebih awal dari target nasional menggunakan sistem terintegrasi yang sepenuhnya dibangun oleh talenta lokal.

Urgensi pemanfaatan teknologi mutakhir ini dipertegas oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan bahwa seluruh proses evaluasi sistem berbasis digital dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ini ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Langkah ini merupakan persiapan matang sebelum peluncuran skala nasional yang dijadwalkan akan diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Oktober mendatang.

Melalui sinergi lintas sektor dan kekompakan implementasi yang bertahap namun berkelanjutan, optimalisasi GovTech ini diproyeksikan mampu menyelamatkan potensi kebocoran anggaran negara hingga lebih dari Rp 1.500 triliun, sekaligus mendongkrak tax ratio Indonesia secara bertahap menuju angka 11 hingga 13 persen setara dengan negara-negara maju di kawasan ASEAN. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026 News
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026 News
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026 News
Penertiban di Jl Niasa Surabaya

Pemkot Surabaya Tertibkan Jalan Nias dan Bangun Taman Baru, Eri Cahyadi Tegaskan Prioritas Kepentingan Publik

29 Juni 2026 News
Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, SKM, M.Kes

Apkesmi Luncurkan Program Puskesmas Siap SEDIA untuk Perkuat Pencegahan Anemia dan Stunting di Indonesia

29 Juni 2026 News
Menag Nasaruddin Umar mengajak MUI memperkuat peran menjaga nilai Islam dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.

Menag Nasaruddin Umar Ajak MUI Perkuat Peran Jaga Nilai Islam dan Dukung Pembangunan Nasional

29 Juni 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026
Berita Terbaru
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026
Kurnia Ramadhani

Kisah Alumni UNAIR Kurnia Ramadhani: Dari Puskesmas di Probolinggo hingga Riset Kesehatan Publik di Belanda

30 Juni 2026
Khofifah dan Menteri PPPA meluncurkan PELITA ASN di Harganas 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga aparatur sipil negara di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan PELITA ASN di Harganas 2026, Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Kinerja ASN

30 Juni 2026
SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Wapres Gibran mengapresiasi Khofifah karena ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen dan tetap menjadi provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia.

Wapres Gibran Beri Apresiasi, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Penghasil Beras Terbesar RI

30 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.