London (beritajatim.id) – Raksasa teknologi Amazon mengumumkan rencana pemotongan sekitar 14.000 peran korporat secara global, sebuah langkah yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, termasuk di Inggris.
Pengurangan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mengurangi birokrasi dan mengalihkan sumber daya ke investasi bidang-bidang seperti kecerdasan artifisial (AI).
Pekerjaan di kantor-kantor Inggris termasuk yang terdampak, dengan staf di divisi sumber daya manusia, operasi, perangkat dan layanan, serta Amazon Web Services (AWS) paling berisiko.
Amazon mempekerjakan sekitar 75.000 orang di Inggris dan lebih dari 1,5 juta staf secara global, di mana sekitar 350.000 di antaranya berada di peran berbasis kantor.
Dalam pesan internal kepada karyawan, Beth Galetti, Senior Vice President of People Experience and Technology di Amazon, menyatakan bahwa pengurangan ini adalah upaya untuk memperkuat perusahaan dengan mengurangi birokrasi, menghapus lapisan hierarki, dan mengalihkan sumber daya.
“Kami berinvestasi pada taruhan terbesar kami dan apa yang paling penting bagi kebutuhan pelanggan, baik saat ini maupun masa depan,” ujarnya.
Galetti menegaskan bahwa generasi AI saat ini adalah teknologi paling transformatif sejak kemunculan internet.
“Teknologi ini memungkinkan perusahaan berinovasi lebih cepat dari sebelumnya. Kami yakin perlu berorganisasi lebih ramping, dengan lebih sedikit lapisan dan lebih banyak kepemilikan, untuk bergerak secepat mungkin bagi pelanggan dan bisnis kami,” tambahnya.
Perusahaan menyatakan akan terus merekrut di area lain dan menawarkan sebagian besar karyawan yang terdampak waktu 90 hari untuk mencari peran baru secara internal, dengan prioritas bagi kandidat tersebut.
Karyawan yang tidak berhasil menemukan posisi baru akan mendapat paket dukungan termasuk pesangon, layanan penempatan kerja ulang, dan manfaat asuransi kesehatan.
CEO Andy Jassy, yang secara agresif berupaya memotong biaya sejak menjabat pada 2021, telah memperingatkan pekerja pada Juni lalu bahwa sejumlah pekerjaan dalam bisnis berpotensi digantikan oleh AI.
Langkah ini juga merupakan upaya menyesuaikan kembali gelombang perekrutan massal selama puncak pandemi. Amazon telah memangkas peran di berbagai divisi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perangkat, komunikasi, dan podcasting.
Di Inggris, perusahaan juga baru-baru ini mengumumkan rencana penutupan semua toko kelontong Amazon Fresh, yang membahayakan hingga 250 pekerjaan. (hdl)


as a preferred source on Google



