Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Ancaman Scam Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Perkuat Sistem Keamanan Digital

Ancaman Scam Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Perkuat Sistem Keamanan Digital

Agathon AgnarAgathon Agnar News 9 Maret 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membawa inovasi bagi berbagai sektor industri, tetapi juga membuka peluang baru bagi kejahatan digital. Dalam beberapa tahun terakhir, modus penipuan finansial semakin kompleks seiring dengan penggunaan teknologi berbasis AI oleh pelaku kejahatan siber.

Bagi industri keuangan, situasi ini menjadi tantangan serius. Penipu kini memanfaatkan berbagai alat digital canggih untuk menyempurnakan aksinya, mulai dari membuat pesan phishing yang lebih meyakinkan hingga memanfaatkan malware yang sulit dideteksi.

Di berbagai forum gelap di internet atau dark web, misalnya, kini bermunculan chatbot dan mesin pencari khusus yang dirancang untuk aktivitas ilegal. Sejumlah perangkat seperti WormGPT, FraudGPT, dan DarkBERT kerap disebut sebagai contoh bagaimana teknologi AI dapat disalahgunakan untuk mendukung kejahatan finansial.

WormGPT dan FraudGPT diketahui sering dimanfaatkan untuk membuat email phishing yang tampak sangat realistis, sementara DarkBERT membantu pelaku memahami pola komunikasi di komunitas dark web. Dengan dukungan teknologi ini, serangan penipuan menjadi lebih personal dan sulit dikenali.

Sejarah menunjukkan bahwa penipuan selalu mengikuti perkembangan teknologi. Ketika pesan singkat atau SMS menjadi sarana komunikasi populer, masyarakat pernah dihadapkan pada maraknya penipuan berkedok hadiah.

Kini, pola yang sama kembali muncul dengan pendekatan yang jauh lebih canggih. AI memungkinkan pelaku penipuan menyusun pesan yang terlihat kredibel dan menyasar korban secara lebih spesifik.

Laporan terbaru Visa bertajuk The Anti-Scam Playbook: Market Responses and Industry Insights yang dirilis pada Mei 2025 menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari kejahatan ini. Secara global, lebih dari US$1 triliun dilaporkan hilang akibat berbagai modus penipuan selama periode Agustus 2022 hingga Agustus 2023.

Di kawasan Asia saja, potensi kerugian akibat scam pada 2024 diperkirakan mencapai US$688 miliar.

Data tersebut menegaskan bahwa penipuan digital tidak lagi bersifat sporadis, melainkan telah berkembang menjadi masalah sistemik lintas negara. Negara dengan pertumbuhan ekonomi digital pesat, termasuk Indonesia, menjadi salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga:  Bareskrim Periksa Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia, Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU Libatkan Ribuan Korban

Dalam konteks ini, scam merujuk pada situasi ketika korban tertipu sehingga secara sukarela menyetujui transaksi yang sebenarnya merupakan penipuan. Dengan kata lain, pelaku tidak selalu membobol sistem atau mencuri akun, tetapi memanipulasi korban agar mentransfer dana atau memberikan informasi sensitif.

Dampaknya tidak hanya kerugian finansial, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap sistem pembayaran digital.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, berbagai pelaku industri keuangan mulai memperkuat sistem keamanan berbasis teknologi. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendeteksi pola transaksi mencurigakan.

Visa, misalnya, telah memanfaatkan teknologi AI dalam sistem manajemen risiko dan pencegahan fraud selama lebih dari tiga dekade.

Dalam lima tahun terakhir, perusahaan tersebut menginvestasikan lebih dari US$13 miliar untuk pengembangan teknologi dan inovasi keamanan. Sistem yang dikembangkan mampu menganalisis miliaran data dari lebih dari 11 miliar titik akses dan memproses sekitar 200 miliar transaksi setiap tahun.

Kemampuan analisis ini membantu mendeteksi dan memblokir transaksi mencurigakan secara lebih cepat. Pada 2025, sistem tersebut dilaporkan mampu menghentikan hampir dua kali lebih banyak transaksi e-commerce yang terindikasi fraud dibandingkan sebelumnya.

Manideep Gupta, Vice President Visa Consulting & Analytics Asia Pasifik, menilai perkembangan AI akan memainkan peran penting dalam sistem pengelolaan risiko di industri pembayaran.

Menurutnya, investasi teknologi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menghadapi penipuan yang semakin kompleks di era digital.

Selain penguatan teknologi, Visa juga memperkenalkan berbagai inisiatif perlindungan baru. Salah satunya adalah Visa Scam Disruption Practice, yang diluncurkan pada Maret 2025 untuk mengidentifikasi dan menghentikan jaringan penipuan secara proaktif melalui analitik canggih dan teknologi generative AI.

Program tersebut bekerja sama dengan institusi keuangan dan aparat penegak hukum untuk menindak jaringan scam. Hingga saat ini, lebih dari 25.000 merchant penipuan yang mewakili potensi fraud lebih dari US$1 miliar telah berhasil ditindak.

Banyak pengguna mungkin tidak menyadari bahwa di balik satu transaksi digital yang terlihat sederhana terdapat sistem keamanan yang sangat kompleks.

Baca Juga:  Pembersihan Pasir dan Kerikil di Tikungan SPBU Kotakan Situbondo

Perusahaan pembayaran global seperti Visa menerapkan pendekatan pertahanan berlapis yang bekerja sepanjang waktu untuk memantau jaringan pembayaran internasional.

Sistem tersebut mampu mendeteksi potensi ancaman sejak dini dan membagikan informasi intelijen secara real-time kepada mitra industri seperti bank, fintech, dan merchant.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menjaga keamanan ekosistem pembayaran digital, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transaksi nontunai.

Selain penguatan sistem keamanan dari sisi industri, peningkatan literasi digital masyarakat juga menjadi faktor krusial dalam mencegah penipuan.

Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden S. Arum, menilai masyarakat perlu lebih kritis dalam menghadapi berbagai informasi di dunia digital. Menurutnya, pencegahan selalu lebih efektif dibandingkan penanganan setelah seseorang menjadi korban penipuan.

Ia mengingatkan bahwa tawaran yang terlihat terlalu menguntungkan sering kali justru merupakan indikasi penipuan.

Dengan kemampuan literasi digital dan literasi keuangan yang baik, masyarakat akan lebih mampu menyaring informasi, mengenali pola penipuan, serta mengambil keputusan secara lebih bijak.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi korban scam berbasis teknologi.

1. Lindungi privasi digital
Batasi informasi pribadi yang dibagikan di media sosial, termasuk detail keluarga, rutinitas harian, maupun dokumen penting.

2. Gunakan keamanan berlapis
Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun digital untuk mencegah penyalahgunaan akses.

3. Waspadai pesan phishing berbasis AI
Pesan penipuan sering memiliki ciri tertentu, seperti bahasa yang terlalu formal, permintaan mendesak, atau detail informasi yang tidak sesuai.

4. Periksa tautan dan sumber pesan
Selalu cek alamat situs dan identitas pengirim sebelum mengklik tautan atau memberikan data pribadi.

Dengan meningkatnya kemampuan teknologi yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, kewaspadaan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Kombinasi antara sistem keamanan yang kuat dan literasi digital masyarakat menjadi kunci untuk menjaga ekosistem keuangan digital tetap aman dan terpercaya. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
keamanan transaksi digital kejahatan finansial digital Penipuan Online phishing AI scam berbasis AI
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Gubernur Khofifah melantik enam pejabat Pemprov Jatim dan menekankan transformasi digital, integritas, serta kolaborasi untuk meningkatkan pelayanan publik.

Khofifah Lantik Enam Pejabat Pemprov Jatim, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Pelayanan Publik

15 Juli 2026 News
Polresta Sidoarjo memberikan penyuluhan kepada siswa baru SMKN 1 Sidoarjo untuk membentuk karakter disiplin, taat hukum, dan peduli kamtibmas.

Polresta Sidoarjo Edukasi Siswa Baru SMKN 1 Sidoarjo agar Disiplin, Taat Hukum, dan Peduli Kamtibmas

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.