London (pilar.id) – Proses transisi kepemimpinan di Inggris mulai berjalan setelah Perdana Menteri Keir Starmer menggelar pertemuan dengan anggota parlemen dari Partai Buruh, Andy Burnham, yang kini menjadi kandidat terkuat untuk menggantikannya. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam pada Selasa (23/6/2026) itu menjadi langkah awal dalam memastikan pergantian kepemimpinan berlangsung tertib dan stabil.
Pertemuan tersebut merupakan yang pertama antara Starmer dan Burnham sejak kemenangan Burnham dalam pemilihan sela Makerfield pekan lalu. Di saat yang sama, pemerintah Inggris juga mulai membuka akses pembicaraan dengan aparatur sipil negara bagi para calon pemimpin Partai Buruh yang berpotensi mengambil alih pemerintahan dalam waktu dekat. Langkah itu dilakukan untuk mempersiapkan proses transisi pemerintahan secara lebih matang.
Burnham saat ini berada di posisi paling kuat dalam bursa suksesi kepemimpinan Partai Buruh. Dukungan dari sejumlah menteri dan anggota parlemen membuat peluangnya untuk memperoleh syarat minimal 81 nominasi parlemen semakin terbuka. Jika tidak menghadapi penantang serius, Burnham berpotensi dikukuhkan sebagai pemimpin baru Partai Buruh sekaligus menempati 10 Downing Street pada pertengahan Juli mendatang.
Pemerintah Inggris melalui Cabinet Office telah mengonfirmasi bahwa pembicaraan transisi dengan pejabat sipil akan dimulai sesegera mungkin sebelum penutupan nominasi kepemimpinan Partai Buruh pada 16 Juli. Agenda pembahasan meliputi pembentukan pemerintahan baru, prioritas kebijakan, hingga pengarahan terkait keamanan nasional.
Juru bicara Keir Starmer menyatakan bahwa perdana menteri berharap penggantinya dapat melanjutkan pemerintahan dengan baik. Dalam rapat kabinet terakhir, Starmer disebut meminta seluruh jajaran pemerintahan mendukung proses transisi yang lancar. Sejumlah keputusan strategis, termasuk kebijakan besar dan pengeluaran negara, dilaporkan akan ditunda hingga pemimpin baru resmi menjabat.
Di tengah proses tersebut, spekulasi mengenai susunan kabinet pemerintahan Burnham mulai bermunculan. Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa beberapa nama telah dikaitkan dengan posisi strategis dalam pemerintahan mendatang. Namun, pihak Burnham menegaskan belum ada keputusan final mengenai susunan kabinet maupun penunjukan pejabat tertentu.
Laporan media Inggris menyebut Burnham diperkirakan akan tetap mempertahankan sebagian kebijakan ekonomi yang telah dijalankan pemerintahan Starmer. Ia juga diprediksi memberikan ruang bagi sejumlah tokoh senior Partai Buruh untuk tetap berada dalam pemerintahan, meskipun dengan posisi yang berbeda. Selain itu, nama mantan menteri kabinet Partai Buruh James Purnell disebut-sebut berpeluang menjadi Kepala Staf Downing Street apabila Burnham resmi menjabat sebagai perdana menteri.
Meski telah kembali ke parlemen setelah memenangkan pemilihan sela Makerfield, Burnham belum mengumumkan secara rinci komposisi tim pemerintahan maupun agenda kebijakan lengkap yang akan dijalankannya. Namun, dalam beberapa pernyataan sebelumnya, ia mengisyaratkan fokus pada penguatan ekonomi daerah, revitalisasi industri, perluasan pembangunan perumahan sosial, serta peningkatan peran negara dalam pengelolaan layanan publik seperti air bersih.
Burnham juga menegaskan komitmennya untuk menjaga disiplin fiskal dan melanjutkan sejumlah kebijakan perpajakan yang telah menjadi platform Partai Buruh. Dalam beberapa pekan ke depan, ia dijadwalkan menyampaikan serangkaian pidato yang akan menjelaskan lebih rinci arah kebijakan pemerintahannya, termasuk terkait ekonomi dan devolusi kewenangan kepada daerah.
Transisi kepemimpinan ini menjadi perhatian besar di Inggris karena akan menentukan arah pemerintahan Partai Buruh pasca-pengunduran diri Keir Starmer. Dengan dukungan politik yang terus menguat, Andy Burnham kini berada di ambang menjadi pemimpin baru Inggris dan membawa babak baru dalam perjalanan politik negara tersebut. (hdl)


as a preferred source on Google



