Jakarta (beritajatim.id) – Ant Group Co. tengah menguji perombakan besar pada aplikasi super Alipay dengan menghadirkan antarmuka agen kecerdasan buatan atau AI agent yang dirancang untuk membantu pengguna menjalankan berbagai aktivitas digital hanya melalui perintah suara maupun teks. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis perusahaan untuk memperkuat posisi dalam persaingan ketat dengan WeChat milik Tencent Holdings di pasar internet China.
Berdasarkan informasi yang beredar dari sumber yang mengetahui rencana tersebut, Alipay akan memperkenalkan asisten virtual berbasis AI bernama “Ah Bao”. Teknologi ini memungkinkan pengguna menyelesaikan beragam aktivitas sehari-hari, mulai dari memesan transportasi online, membeli kopi, memesan makanan, hingga menjalankan transaksi keuangan tanpa harus berpindah aplikasi atau membuka banyak menu.
Kemampuan yang sedang diuji tidak hanya berfokus pada layanan konsumsi harian. AI agent Alipay juga dikabarkan dapat membantu pengguna melakukan pengelolaan keuangan, termasuk pembelian produk investasi seperti reksa dana setelah memperoleh persetujuan dari pemilik akun. Integrasi tersebut menunjukkan ambisi Ant Group untuk menjadikan AI sebagai pusat pengalaman pengguna dalam ekosistem digitalnya.
Pengembangan ini sejalan dengan tren global yang semakin menempatkan agen kecerdasan buatan sebagai generasi berikutnya dalam evolusi teknologi AI. Berbeda dengan chatbot konvensional yang hanya memberikan jawaban atau rekomendasi, AI agent dirancang untuk dapat mengeksekusi tugas secara langsung atas nama pengguna, sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih praktis dan efisien.
Di China, konsep aplikasi super telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Alipay dan WeChat selama bertahun-tahun berkembang menjadi platform multifungsi yang digunakan untuk pembayaran digital, pemesanan layanan transportasi, belanja, hiburan, hingga transaksi keuangan. Dengan basis pengguna yang masing-masing telah melampaui satu miliar akun, persaingan antara kedua platform kini memasuki babak baru melalui adopsi teknologi AI generatif.
Tencent diketahui juga tengah mengembangkan prototipe agen AI di dalam WeChat. Kondisi tersebut membuat Alipay dan WeChat dipandang sebagai laboratorium terbesar bagi implementasi AI agent dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan salah satu platform menghadirkan pengalaman AI yang lebih efektif berpotensi menentukan arah perkembangan industri internet China dalam beberapa tahun ke depan.
Persaingan tidak hanya terjadi antara Ant Group dan Tencent. Raksasa teknologi lain seperti ByteDance melalui platform Douyin serta Alibaba Group Holding yang merupakan pemegang saham utama Ant Group juga terus memperluas investasi di sektor kecerdasan buatan. Masing-masing perusahaan berupaya mempertahankan pengguna di dalam ekosistem digital mereka dengan menghadirkan layanan berbasis AI yang semakin canggih.
Strategi tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ant Group dilaporkan mengalami penurunan laba sebesar 79 persen pada kuartal terakhir 2025, salah satunya karena peningkatan investasi untuk pengembangan teknologi AI, termasuk sektor kesehatan digital dan model bahasa skala besar. Sementara itu, Tencent, Alibaba, dan ByteDance juga menggelontorkan dana besar untuk mempromosikan produk AI mereka kepada konsumen selama periode Tahun Baru Imlek.
Masuknya AI agent diperkirakan akan semakin meningkatkan kebutuhan komputasi perusahaan teknologi. Berbeda dengan chatbot biasa, agen AI membutuhkan sumber daya yang lebih besar karena harus memahami konteks pengguna, menjalankan berbagai instruksi secara simultan, serta terhubung dengan beragam layanan digital dalam satu ekosistem.
Bagi Ant Group, transformasi menuju perusahaan berbasis AI menjadi bagian dari strategi jangka panjang setelah rencana penawaran umum perdana (IPO) yang sempat mencetak rekor dibatalkan regulator China pada 2020. Sejak saat itu, perusahaan secara bertahap memperluas fokus bisnisnya ke berbagai sektor teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan dan layanan kesehatan digital.
Tahun lalu, Ant Group memperkenalkan robot humanoid yang mampu memberikan konsultasi kesehatan dasar dan membantu sejumlah pekerjaan rumah tangga sederhana. Perusahaan juga mengembangkan aplikasi kesehatan berbasis AI bernama AQ yang hingga September tahun lalu telah melayani sekitar 140 juta pengguna.
Meski demikian, perjalanan transformasi tersebut belum sepenuhnya mengembalikan valuasi perusahaan ke level sebelum pembatalan IPO. Dalam program pembelian kembali saham pada 2023, valuasi Ant Group tercatat sekitar 79 miliar dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan estimasi 280 miliar dolar AS saat persiapan pencatatan saham di Shanghai dan Hong Kong pada akhir 2020.
Peluncuran AI agent di Alipay dipandang sebagai salah satu langkah paling penting bagi Ant Group dalam beberapa tahun terakhir. Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi ini tidak hanya berpotensi mengubah cara masyarakat China berinteraksi dengan layanan digital, tetapi juga dapat menjadi model baru bagi perkembangan aplikasi super berbasis kecerdasan buatan di tingkat global. (hdl)







