Roma (beritajatim.id) – 16 Oktober 2025 — Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperingati Hari Pangan Sedunia yang ke-80 dengan sebuah acara bersejarah di Roma, Italia, menegaskan kembali komitmen global untuk mengakhiri kelaparan dan membangun sistem pangan agrikultur yang tangguh dan berkelanjutan.
Acara ini dipimpin oleh Direktur Jenderal FAO, QU Dongyu, dan dihadiri sejumlah tokoh dunia seperti Paus Leo XIV, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta pejabat tinggi dari berbagai negara. Presiden Tiongkok Xi Jinping juga menyampaikan pesan selamat melalui Han Jun dari Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Tiongkok, yang memuji kontribusi FAO selama delapan dekade.
“Hari ini kita diingatkan bahwa kelaparan tidak mengenal batas negara. Kita harus bersatu karena pangan adalah hak asasi manusia, dan perdamaian adalah syarat utama untuk ketahanan pangan,” ujar Qu Dongyu dalam pidato pembukaannya.
Paus Leo XIV dalam pidato kuncinya menyoroti pentingnya kolaborasi global. “Hari Pangan Sedunia tahun ini mengusung tema Hand in Hand for Better Food and a Better Future. Dalam dunia yang terpecah, kolaborasi bukan hanya idealisme, tapi panggilan untuk bertindak,” tegasnya.
Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober sejak 1981, berdasarkan resolusi PBB tahun 1979. Tahun ini juga menandai 80 tahun berdirinya FAO pada 1945. Lebih dari 150 negara merayakan momentum ini dengan refleksi atas pentingnya melindungi sumber daya alam, mendukung petani, dan memperkuat sistem distribusi pangan global.
Sebagai tuan rumah, Italia turut merayakan peran strategis FAO dengan menerbitkan prangko peringatan 80 tahun melalui kerjasama antara Pos Italia dan Kementerian Usaha dan Made in Italy. Presiden Italia Sergio Mattarella bersama Direktur Jenderal FAO juga meresmikan Museum dan Jaringan Pangan & Pertanian FAO (FAO MuNe) yang kini terbuka untuk umum. Museum interaktif ini menampilkan sejarah dan peran FAO dalam membentuk masa depan pangan dunia.
Rangkaian acara juga mencakup pameran terbuka pertama bertajuk From Seeds to Foods yang digelar pada 10-13 Oktober dan menarik lebih dari 7.000 pengunjung. Pameran ini menelusuri perjalanan pangan dari benih hingga ke meja makan, menampilkan keanekaragaman budaya, tanaman, dan inovasi pangan.
Hari Pangan Sedunia juga menjadi bagian dari forum unggulan FAO, World Food Forum (WFF), yang dibangun atas tiga pilar utama: Global Youth Action, Science and Innovation Forum, dan Hand-in-Hand Investment Forum. Forum ini menghimpun generasi muda, ilmuwan, petani, pemerintah, hingga investor untuk mendiskusikan solusi nyata terhadap akar masalah ketahanan pangan global.
Melalui pendekatan lintas sektor dan kolaborasi global, FAO terus mengedepankan sistem pangan yang lebih produktif, inklusif, dan ramah lingkungan. Semangat kerja sama internasional yang telah terjalin selama delapan dekade menjadi dasar kuat bagi aksi-aksi nyata di masa depan guna mewujudkan dunia bebas kelaparan. (hdl)


as a preferred source on Google



