Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Bicara di Youtube, Wapres Gibran Tegaskan Pentingnya Kemandirian Pangan Hadapi Krisis Global

Bicara di Youtube, Wapres Gibran Tegaskan Pentingnya Kemandirian Pangan Hadapi Krisis Global

Tulusno Budi SantosoTulusno Budi Santoso News 10 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka

Jakarta (beritajatim.id) – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Hal ini disampaikannya dalam video yang diunggah melalui kanal Gibran TV, Sabtu (10/5).

“Seperti yang Bapak Presiden Prabowo selalu sampaikan, kemandirian pangan itu penting. Tidak ada satu pun negara yang bisa berdiri tanpa pangan,” kata Gibran.

Menurut Gibran, populasi dunia diprediksi meningkat menjadi 9,4 miliar jiwa pada 2045 atau naik sekitar 14,7 persen dari jumlah saat ini. Peningkatan jumlah penduduk ini dipastikan akan mendongkrak kebutuhan pangan global secara signifikan.

Namun, kapasitas produksi dan distribusi pangan dunia akan semakin tertekan akibat konflik geopolitik, ketidakpastian kebijakan global, serta dampak perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan, banjir, dan longsor.

Saat ini, tercatat 11 negara telah membatasi ekspor pangan, dan jumlah tersebut berpotensi terus bertambah.

Di tengah ancaman tersebut, Wapres Gibran menekankan bahwa kemandirian pangan adalah pondasi penting bagi keberlanjutan suatu bangsa. Indonesia sendiri memiliki 28 juta petani aktif di berbagai sektor, serta kekayaan alam yang subur dan beragam.

Berbagai komoditas unggulan Indonesia seperti padi, jagung, kopi, kakao, sawit, tebu, dan buah-buahan tropis menjadi aset strategis nasional. Per April 2025, stok beras nasional tercatat lebih dari 3,1 juta ton, tertinggi dalam 23 tahun terakhir, dengan serapan beras dari Januari hingga Maret sebesar 719 ribu ton—rekor tertinggi dalam satu dekade.

Baca Juga:  Gibran Rakabuming Raka Tanggapi Isu Mundur dari Wali Kota Surakarta

Untuk mendukung sektor pertanian, pembangunan infrastruktur juga terus digalakkan. Hingga kini, 53 bendungan baru telah dibangun, 45 di antaranya telah difungsikan untuk irigasi, menjadikan total 218 bendungan yang mendukung sistem pertanian.

“Tahun ini, pemerintah mengalokasikan pembangunan dan perbaikan irigasi untuk 2 juta hektare lahan pertanian,” ungkap Gibran.

Pemerintah juga membangun 366 ribu kilometer jalan produksi desa, guna memperlancar distribusi hasil panen ke pasar. Selain itu, strategi pemanfaatan teknologi dan riset bibit unggul juga menjadi bagian dari ekosistem pertanian masa depan.

Gibran menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian untuk menciptakan nilai tambah, seperti konversi tebu menjadi bioetanol dan bioavtur, yang juga berperan dalam ketahanan energi nasional.

“Peran anak-anak muda sangat krusial di sini. Mereka harus hadir dengan inovasi, keberanian, dan semangat belajar untuk mendorong pertanian yang berkelanjutan,” tambah Wapres.

Di sisi lain, pemerintah telah memangkas 145 regulasi untuk menyederhanakan distribusi pupuk dan memperluas akses pupuk subsidi kepada lebih dari 14,9 juta petani. Upaya pemberantasan mafia pangan dan peningkatan pendampingan petani juga terus digencarkan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang adil dan efisien.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah meluncurkan Gerakan Indonesia Menanam, guna mengajak masyarakat aktif berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Mewujudkan kemandirian pangan tidak bisa dilakukan sendirian. Butuh kolaborasi dari semua pihak—swasta, akademisi, dan masyarakat. Mari bersama menciptakan masa depan pangan yang lebih baik dan berdaulat,” tutup Gibran. (lus/ted)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Gibran Rakabuming Raka irigasi kemandirian pangan ketahanan pangan krisis pangan global Petani Indonesia
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026 News
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026 News
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.