Malang (beritajatim.id) – Kementerian Riset dan Inovasi Karya Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sukses menggelar Brawijaya Inspire Talk (BIT) 2025, sebuah forum inspiratif yang menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang riset dan inovasi.
Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun semangat akademik, dan menumbuhkan budaya riset di lingkungan kampus.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menghadirkan dua pembicara utama, yakni Ferry Irwandi, CEO Malaka Project, dan Ni’mah Shafwah A., CEO Halcy Hijab. Kedua narasumber memberikan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi terkait pentingnya riset dan inovasi di dunia pendidikan dan industri.
Riset Sebagai Budaya Akademik
Dalam sesi pertama, Ferry Irwandi menyoroti pentingnya riset sebagai bagian dari budaya universitas yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa riset tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sarana kemewahan intelektual yang tidak dimiliki semua orang.
“Belajar seharusnya bukan beban, melainkan kemewahan yang tidak semua orang punya kesempatan untuk menikmatinya. Namun, sistem yang feodal sering kali membuat proses belajar menjadi beban, bahkan bagi mahasiswa,” ujar Ferry Irwandi di hadapan peserta.
Ia juga menegaskan bahwa universitas perlu membangun ekosistem riset yang terbuka dan solutif agar mahasiswa mampu menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat luas.
Mendorong Keberanian Mahasiswa Berinovasi
Sesi kedua dilanjutkan oleh Ni’mah Shafwah A., yang menyoroti pentingnya keberanian mahasiswa untuk memulai penelitian sejak dini. Ia berpendapat bahwa riset bukan hanya domain akademisi, melainkan ruang eksplorasi bagi siapa pun yang ingin menciptakan perubahan.
“Mahasiswa harus berani berinovasi, karena setiap ide kecil memiliki potensi besar bila dikembangkan melalui riset yang terarah,” ujarnya.
Expo Inovasi Mahasiswa Tampilkan Karya Kreatif
Selain sesi talkshow, kegiatan Brawijaya Inspire Talk juga diramaikan dengan Expo Inovasi Mahasiswa, yang menampilkan hasil riset dan karya kreatif dari berbagai Lembaga Semi Otonom (LSO) di Fakultas-fakultas Universitas Brawijaya.
Beragam produk inovatif dan penelitian unggulan dipamerkan sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa UB terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dorongan dari Kementerian Riset dan Inovasi EM UB
Menteri Riset dan Inovasi Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, Anggelina Amelia Vega, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk nyata komitmen kementerian dalam meningkatkan minat penelitian mahasiswa lintas bidang.
“Brawijaya Inspire Talk adalah upaya kami membangkitkan kembali semangat riset di kalangan mahasiswa, baik dari ranah SAINTEK maupun SOSHUM. Kehadiran Ferry Irwandi menjadi simbol inklusivitas berpikir kritis dan adaptif yang penting dalam dunia penelitian,” jelas Anggelina.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan BIT 2025 menjadi tolok ukur awal bagi kementerian dalam merancang program kerja yang lebih berkualitas di masa mendatang. Evaluasi dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya, baik dari sisi konsep, pemateri, maupun eksekusi acara.
Membangun Generasi Inovatif
Dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi, Brawijaya Inspire Talk 2025 tidak hanya menjadi ajang berbagi inspirasi, tetapi juga langkah nyata dalam membangun generasi muda yang berpikir kritis, inovatif, dan berdaya saing global.
Acara ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Brawijaya dalam menciptakan ekosistem kampus yang mendukung pengembangan riset dan inovasi di semua level mahasiswa. (ris)


as a preferred source on Google



