Lumajang (beritajatim.id) – Kepedulian pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap warga rentan kembali terlihat ketika Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan perhatian penuh kepada Ngatinah, seorang lansia di Dusun Wonosari, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.
Dalam program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu), Indah langsung menginstruksikan renovasi total rumah Ngatinah. Perbaikan mencakup atap, dinding, kamar mandi, hingga penggantian kasur lama yang sebelumnya sudah tidak layak digunakan.
Tak hanya memperbaiki hunian, pemerintah juga memberikan penanganan kesehatan. Ngatinah yang kerap mengeluhkan rasa linu mendapat perhatian tenaga medis dari puskesmas setempat.
“Apa lagi yang ibu butuhkan? Saya ingin semua kebutuhan dasar ibu terpenuhi,” ujar Indah saat mendatangi kediaman Ngatinah.
Selama bertahun-tahun, Ngatinah hidup dalam keterbatasan. Ia tinggal di rumah berukuran 2,5 x 4 meter dengan dinding bambu berlubang. Kasur usang tanpa alas menjadi tempat tidurnya, sementara kebutuhan air harus dipenuhi dengan berjalan jauh ke sungai. Meski renta, ia tetap berusaha mandiri dengan bantuan tongkat kayu.
Bagi Ngatinah, bantuan ini memberi rasa aman di usia senja. Sementara bagi masyarakat sekitar, langkah cepat Bupati dan Wakil Bupati menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga, terutama kelompok lansia yang hidup sendiri.
“Setor Madu adalah cara kami mendekatkan pemerintah ke masyarakat. Tidak boleh ada warga Lumajang yang terabaikan, termasuk lansia yang hidup sendiri,” tegas Indah.
Kisah Ngatinah pun menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, melainkan juga keberpihakan terhadap kelompok lemah. Langkah ini meneguhkan komitmen Pemkab Lumajang dalam membangun masyarakat inklusif dan berkeadilan sosial. (aga)


as a preferred source on Google




