Jakarta (beritajatim.id) – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus mengamankan sistem penyaluran tenaga listrik dengan melakukan inspeksi rutin terhadap seluruh Gardu Induk (GI) dan aset-aset penyaluran di wilayah kerjanya.
Langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem, terutama dalam menghadapi cuaca buruk dengan curah hujan tinggi.
General Manager PLN UIT JBM, Amiruddin, menjelaskan bahwa inspeksi rutin dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik, terutama bagi pelanggan tegangan tinggi.
“Komitmen kami adalah untuk menjaga pelayanan optimal kepada pelanggan tegangan tinggi. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini, kami melakukan inspeksi rutin untuk memastikan bahwa pasokan listrik tetap stabil dan operasional,” ujarnya pada Rabu (1/5/2024).
Inspeksi ini dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengecekan kondisi asset bersama pelanggan. UPT Surabaya melakukan pengecekan terhadap Material Transmisi Utama (MTU) serta kondisi wiring di area proteksi Gardu Induk, hal ini sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk cuaca ekstrem, seperti badai dan petir tinggi yang dapat mengganggu pasokan listrik.
“Hujan badai dan petir tinggi merupakan ancaman serius bagi keandalan pasokan listrik, terutama di musim hujan. Oleh karena itu, kami melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa peralatan di Gardu Induk berfungsi optimal dalam menghadapi kondisi cuaca tersebut,” tambah Amiruddin.
Amiruddin juga menegaskan bahwa langkah-langkah untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik melibatkan berbagai aspek, termasuk pemeliharaan rutin dan peningkatan sistem proteksi.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keandalan sistem transmisi agar dapat menghadapi cuaca ekstrem dengan baik, sehingga pasokan listrik tetap stabil dan pelayanan prima dapat kami berikan kepada pelanggan,” tutupnya. (adi/ted)


as a preferred source on Google




