Surabaya (beritajatim.id) – Dr. Ardaneswari Dyah Pitaloka Citraresmi, lulusan program doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil merancang kerangka kerja inovatif untuk meningkatkan kreativitas dan performa UMKM di sektor industri kreatif.
Lewat disertasinya, Arda—sapaan akrabnya—menawarkan peta jalan terukur yang membantu pelaku UMKM bekerja lebih cerdas, nyaman, dan inovatif.
Penelitiannya difokuskan untuk menemukan cara paling efektif dalam mendorong kinerja kreatif UMKM. Berdasarkan survei, tiga faktor utama yang paling berpengaruh adalah ergonomi tempat kerja, keberlanjutan tenaga kerja, dan kesiapan transformasi digital.
Menurutnya, ketiga faktor ini saling mendukung dalam meningkatkan kualitas produk, mempercepat alur kerja, serta menjaga kesejahteraan tim usaha.
Dalam penyusunannya, Arda menggunakan metode sequential mixed methods. Ia memadukan PLS-SEM untuk survei kuantitatif, metode Delphi untuk konsensus pakar, serta survei kualitatif untuk menyesuaikan hasil dengan konteks lapangan.
Ia juga mengintegrasikan Importance-Performance Matrix Analysis (IPMA) agar rekomendasi yang dihasilkan bersifat aplikatif dan tepat sasaran.
Salah satu poin penting dari kerangka kerja ini adalah pentingnya membangun mekanisme umpan balik serta pelatihan rutin yang berdampak langsung pada tim kerja.
Di tingkat UMKM, manfaatnya adalah mengurangi kesalahan produksi, menekan limbah bahan, dan mempercepat proses. Bagi pekerja, lingkungan kerja ergonomis dan jam kerja manusiawi dapat menekan kelelahan dan risiko cedera.
Arda menambahkan, pelatihan terstruktur juga akan meningkatkan keterampilan dan memperjelas pembagian peran dalam tim.
Secara wilayah, UMKM yang lebih efisien akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan rantai pasok, dan lahirnya ekosistem wirausaha baru.
Ia menegaskan, hasil riset ini dapat langsung diadopsi oleh lembaga pendamping UMKM, termasuk dinas yang mengelola pelatihan maupun program pendanaan mikro.
Dalam menyusun disertasinya, Arda dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, MT sebagai promotor, serta Ratna Sari Dewi, ST, MT, Ph.D sebagai co-promotor dari Laboratorium Ergonomi dan Sistem Kerja ITS.
Perempuan asal Madiun berusia 35 tahun ini juga mencatat prestasi akademik, dengan dua publikasi ilmiah terindeks Scopus dalam bentuk prosiding dan jurnal internasional.
Ia mengaku telah fokus pada isu UMKM sejak masa skripsi, dan mulai memperdalam sektor industri kreatif dalam empat tahun terakhir.
Penelitian ini juga menjadi kontribusinya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Arda berharap kerangka kerja ini bisa menjadi acuan praktis bagi pengembangan UMKM dan landasan bagi penelitian lanjutan maupun uji intervensi.
Ia menutup paparannya dengan optimisme bahwa riset berbasis data akan menjadi kunci agar UMKM kreatif Indonesia tumbuh lebih tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. (rio)


as a preferred source on Google



