Malang (beritajatim.id) – Inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI) kembali mencatatkan pencapaian penting. Dr. Eng. Novanto Yudistira, S.Kom., M.Sc., dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) dan Kepala Laboratorium Sistem Cerdas FILKOM UB, berhasil memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Karya ciptanya berupa “Aplikasi Batik Generatif Modern” telah resmi tercatat dengan nomor EC002024265291, setelah diajukan pada 30 Desember 2024.
Aplikasi ini dirancang untuk menghasilkan motif batik generatif menggunakan teknologi kecerdasan buatan berbasis teks, memungkinkan penciptaan motif inovatif hanya melalui perintah sederhana.
Proyek ini dikembangkan secara kolaboratif oleh Dr. Novanto bersama tim lintas fakultas, termasuk Dr. Candra Dewi, S.Kom., M.Sc., dan Dr. Eng. Irawati Nurmala Sari, S.Kom., dari FILKOM UB, serta Dyaningrum Pradhikta, S.Sn., M.Ds., dan Fatmawati, S.Sn., M.Ds., dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB.
Inovasi Teknologi Berbasis Dataset 20.000 Gambar
Dr. Novanto menjelaskan bahwa aplikasi ini menggunakan dataset yang mencakup 20.000 gambar motif batik dengan deskripsi otomatis. Dataset ini dilatih menggunakan teknik modern seperti Long Range (LoRa) untuk menghasilkan pola batik yang detail dan akurat.
“Aplikasi ini memungkinkan desain motif yang efisien dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Motif yang dihasilkan juga dapat diaplikasikan pada kain batik tulis, menjadikannya relevan bagi industri kreatif dan seni tradisional,” ujar Dr. Novanto, Kamis (16/1/2025).
Penelitian ini tidak hanya diapresiasi oleh ahli batik, tetapi juga dipublikasikan secara internasional. Salah satu mahasiswa FILKOM UB, Rahmatulloh Daffa Izzuddin Wahid, menjadikan pengembangan teknologi ini sebagai topik skripsinya.
Penelitian berjudul “Prompt Conditioned Batik Pattern Generation Using LoRA Weighted Diffusion Model With Classifier-Free Guidance” telah dipublikasikan di jurnal IEEE pada 27 Desember 2024.
Kontribusi untuk Seni dan Budaya Tradisional
Dr. Novanto menyebutkan bahwa pengembangan aplikasi ini menunjukkan bagaimana AI dapat membantu pelestarian budaya tradisional sekaligus mendorong inovasi dalam industri kreatif. Motif-motif yang dihasilkan telah terbukti memiliki nilai estetis tinggi, sesuai dengan standar seni batik tradisional.
“Ini adalah langkah nyata untuk mengintegrasikan teknologi dengan seni, mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif di Indonesia,” tambahnya.
Dengan pencapaian ini, Universitas Brawijaya menunjukkan peran aktifnya dalam mengembangkan teknologi yang tidak hanya modern, tetapi juga memberikan kontribusi langsung pada pelestarian budaya nasional. (hdl)


as a preferred source on Google




