Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Guru Besar UNAIR Patenkan Pelat Dada Modifikasi, Solusi Terjangkau untuk Pasien Dada Cekung

Guru Besar UNAIR Patenkan Pelat Dada Modifikasi, Solusi Terjangkau untuk Pasien Dada Cekung

Haris DwiHaris Dwi Lifestyle 17 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Guru Besar FK UNAIR mematenkan pelat dada modifikasi berbahan titanium yang lebih murah dan fleksibel untuk terapi pasien dada cekung.
Guru Besar FK UNAIR mematenkan pelat dada modifikasi berbahan titanium yang lebih murah dan fleksibel untuk terapi pasien dada cekung.

Surabaya (beritajatim.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan perannya sebagai pusat inovasi kesehatan nasional. Kali ini, terobosan datang dari Fakultas Kedokteran melalui paten Pelat Dada Modifikasi Puruhito (PDMP), sebuah inovasi alat medis untuk pengobatan pasien dada cekung atau pectus excavatum.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Guru Besar FK UNAIR, Prof. Dr. dr. Med. Puruhito, SpB, SpBTKV, Subsp VE (K). Pelat dada ini dirancang sebagai alternatif teknik bedah konvensional yang selama ini dikenal mahal dan sulit dijangkau sebagian besar masyarakat.

Selama ini, penanganan pectus excavatum umumnya menggunakan Nuss Procedure, metode bedah toraks kardiovaskular yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala, terutama bagi pasien dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Kehadiran PDMP diharapkan mampu mengubah lanskap layanan bedah dada di Indonesia dengan pendekatan yang lebih efisien dan ekonomis.

Secara teknis, PDMP merupakan pengembangan dari metode Willithal-Hegemann, teknik bedah yang sebelumnya juga merupakan hasil modifikasi dari metode Ravitch. Keunggulan utama PDMP terletak pada desain dan materialnya. Pelat ini dibuat dari logam titanium dengan ketebalan 1,0 milimeter, lebih tipis dibanding pelat konvensional yang umumnya mencapai 1,5 milimeter.

Prof Dr dr Med Puruhito SpB Sp BTKV
Prof Dr dr Med Puruhito SpB Sp BTKV

Struktur PDMP dilengkapi lubang-lubang khusus yang memungkinkan pelat lebih mudah dibentuk mengikuti kontur dada pasien, namun tetap memiliki daya tahan terhadap perubahan bentuk setelah terpasang. Karakteristik ini dinilai mempermudah kerja ahli bedah toraks kardiovaskular sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Satriyani, Peraih Best Presentation Saat Magang di Telkom

Selain untuk dada cekung, inovasi ini juga membuka peluang penerapan pada kasus dada burung (pectus carinatum), sehingga cakupan manfaatnya menjadi lebih luas. Dari sisi pengembangan, Prof. Puruhito menargetkan PDMP akan tersedia dalam empat ukuran berbeda untuk menyesuaikan postur tubuh pasien.

Saat ini, implementasi klinis PDMP masih menunggu izin edar dari BPOM. Namun, rencana ke depan sudah disiapkan melalui program sosialisasi, presentasi ilmiah, serta workshop bagi para dokter bedah toraks kardiovaskular di berbagai daerah.

Dari perspektif jangka panjang, paten ini berpotensi mendorong transformasi layanan bedah dada di Indonesia. Dengan estimasi harga pelat sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, PDMP menawarkan selisih biaya yang sangat signifikan dibanding metode Nuss yang dapat mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini membuka peluang akses pengobatan yang lebih merata, sekaligus memperkuat kemandirian alat kesehatan dalam negeri.

Inovasi ini tidak hanya menegaskan kontribusi UNAIR dalam riset terapan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana hasil penelitian akademik dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Jika proses perizinan berjalan lancar, PDMP berpeluang menjadi standar baru dalam penanganan kelainan dinding dada di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (ris)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, skrining, dan pendampingan masyarakat.

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani Berbasis Data

8 Juli 2026 News
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle
Dosen FTMM UNAIR menjadi pembicara kuliah tamu di Bayero University Kano, Nigeria, membahas nanokimia komputasi dan peluang kolaborasi riset.

Dosen FTMM UNAIR Paparkan Riset Nanokimia Komputasi pada Kuliah Tamu Internasional di Nigeria

3 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.