Jombang (beritajatim.id) – Jalanan licin dan berlumpur seolah menguji setiap langkah, setiap putaran roda. Di tengah hujan yang mengguyur deras, seorang perempuan berseragam coklat melaju dengan sepeda motor matik merah.
Mesin motor itu menderu, dan saat hampir mati, tangan cekatan sang guru menarik tuas gas. Keringatnya mengucur deras, bukan hanya karena perjalanan menantang, tetapi juga karena ia tahu betapa beratnya medan yang harus dilalui sehari-hari.
Perempuan ini adalah seorang guru di Sekolah Dasar Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Setiap hari, ia harus menaklukkan jalanan perbukitan yang berkelok dan penuh lumpur hanya untuk sampai ke sekolah, mengajar anak-anak yang juga tumbuh besar dengan tantangan serupa. Namun, Kamis, 7 Agustus 2025, ada sesuatu yang berbeda.
Tak jauh dari jalan yang dilalui, sejumlah anggota TNI dari Kodim 0814/Jombang sedang bekerja keras membongkar material bangunan dari bak kendaraan dinas. Mereka adalah bagian dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, yang sedang menggarap pembangunan jalan di Desa Kromong. Pekerjaan mereka menjadi angin segar bagi warga yang sudah bertahun-tahun menanti akses jalan yang layak.
Jalanan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini sedang dibangun untuk mengubah hidup. Proyek jalan paving ini tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga membuka harapan baru untuk kemajuan desa.
Warga Desa Kromong, seperti Parman (56), telah lama mendambakan jalan yang lebih baik. “Harapan kami, setelah jalan ini jadi, warga bisa lebih mudah menjual hasil panennya ke pasar. Anak-anak sekolah juga tidak perlu takut jatuh saat musim hujan. Ini akan sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya, penuh optimisme.
Bagi masyarakat yang terbiasa dengan medan yang berat dan sulit diakses, proyek ini lebih dari sekedar pembangunan fisik. Ini adalah jalan menuju kemudahan, menuju perubahan yang selama ini mereka impikan.
Proses pembangunan ini tidak hanya melibatkan TNI dan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan seluruh warga desa. Babinsa dan masyarakat setempat bekerja bahu-membahu mengerjakan pengecoran jalan di Dusun Banyuasin, tempat di mana mimpi menjadi kenyataan.
TMMD ke-125 bukan hanya tentang menciptakan jalan yang lebih baik, tetapi juga tentang mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan bisa dimulai dari pelosok desa, tempat harapan dan semangat tumbuh paling kuat.
Seiring dengan pembangunan infrastruktur ini, peluang ekonomi pun mulai terbuka lebar. Jalan yang akan mempersingkat waktu tempuh ini akan memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, dan tentunya memberikan rasa aman bagi anak-anak yang pergi ke sekolah.
Warga Desa Kromong, dengan penuh harap, menyambut proyek ini. Mereka berharap, setelah jalan paving ini selesai, kualitas hidup mereka akan meningkat. Tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam kesejahteraan sosial dan pendidikan. Kegiatan TMMD ini telah membawa angin segar, dan warga setempat berharap program ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Pembangunan jalan di Desa Kromong adalah bukti bahwa TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bisa bersinergi untuk membangun desa yang lebih maju. Bukan sekadar proyek fisik; ini adalah simbol semangat, harapan, dan kerja keras yang tak kenal lelah demi masa depan yang lebih cerah bagi setiap warga desa. [yus]


as a preferred source on Google




