Jakarta (beritajatim.id) – Harga emas tercatat stabil pada perdagangan Asia, Rabu, menjelang keputusan penurunan suku bunga yang secara luas diperkirakan akan diumumkan oleh Federal Reserve Amerika Serikat. Sentimen pasar cenderung positif, meski pelaku pasar menaruh perhatian pada arah kebijakan ekonomi yang akan disampaikan bank sentral tersebut.
Perak Melonjak, Cetak Rekor Baru
Sementara emas bergerak terbatas, perak justru menjadi komoditas yang mencuri perhatian. Harga perak melonjak menembus level tertinggi sepanjang masa di atas $62 per ons, didorong proyeksi pengetatan pasokan serta meningkatnya permintaan industri pada tahun mendatang.
Kenaikan perak tahun ini telah melampaui 100 persen, memperkuat posisinya sebagai logam yang kini juga dipandang sebagai alternatif aset aman selain emas.
Lonjakan tersebut turut didorong oleh penetapan perak sebagai critical mineral oleh pemerintah Amerika Serikat, yang menurut analis memicu langkah Washington mengamankan sumber pasokan baru di tengah kekhawatiran kekurangan suplai. Perak diketahui menjadi komponen penting dalam perangkat elektronik dan berbagai kebutuhan industri.
Pergerakan naik ini juga diperkirakan terjadi karena investor mencari aset lindung nilai dengan harga beli yang lebih rendah dibandingkan emas, terutama ketika logam mulia tersebut turut menguat sepanjang tahun.
Emas Menguat Tipis Menjelang Kebijakan The Fed
Harga emas spot tercatat naik 0,1 persen menjadi $4.211,24 per ons, sementara emas berjangka untuk pengiriman Maret bergerak di level $4.239,60 per ons pada pukul 00.44 ET (05.44 GMT).
Kenaikan logam mulia secara umum terjadi di tengah pelemahan dolar menjelang keputusan The Fed. Ekspektasi pasar menyiratkan peluang besar terjadinya pemangkasan suku bunga dalam jangka pendek, kebijakan yang umumnya meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Beberapa analis memperingatkan bahwa bank sentral AS dapat memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat dari perkiraan pasar, terutama karena inflasi yang dinilai masih belum menunjukkan arah penurunan yang jelas.
Kebijakan Ekonomi dan Kursi Ketua The Fed
Pelaku pasar juga memantau pandangan ekonomi The Fed, yang diperkirakan akan menjadi sorotan utama setelah pengumuman kebijakan suku bunga.
Selain itu, perhatian turut tertuju pada proses seleksi Ketua The Fed berikutnya, dengan laporan yang menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memasuki tahap akhir wawancara untuk mencari pengganti Jerome Powell. Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei 2026.
Pergerakan pasar logam diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan kebijakan moneter dan kondisi makroekonomi Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan. (ren)


as a preferred source on Google




