Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Hari Media Sosial, Pakar Unair Soroti Standar Etika yang Masih Memprihatinkan

Hari Media Sosial, Pakar Unair Soroti Standar Etika yang Masih Memprihatinkan

Adi AtmaAdi Atma Lifestyle 10 Juni 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi pengguna media sosial (foto: Marten Bjork, unsplash)
Ilustrasi pengguna media sosial (foto: Marten Bjork, unsplash)

Surabaya (beritajatim.id) – Tanggal 10 Juni diperingati sebagai Hari Media Sosial. Hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2015. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi bermedia sosial kepada masyarakat.

Dalam rangka peringatan Hari Media Sosial, pakar Universitas Airlangga, Dr. Listiyono Santoso MHum, memberikan pandangannya mengenai etika bermedia sosial di Indonesia. Listiyono, sapaan akrabnya, menyoroti bahwa etika bermedia sosial masyarakat Indonesia masih sangat memprihatinkan.

“Menurut saya perlu mendapatkan perhatian. Masyarakat belum bisa membedakan antara urusan privat dan publik,” jelasnya pada Senin (10/6/2024).

Sebagai dosen Etika di FIB Unair, Listiyono menegaskan bahwa media sosial bersifat publik. Oleh karena itu, pengguna harus memperhatikan ketentuan etis yang berlaku di ranah publik. “Kalau ada persoalan privat, jangan diunggah ke media sosial. Ini yang sering terjadi di masyarakat kita, memasukkan ranah privat ke ranah publik,” paparnya.

Etika Bermedia Sosial yang Sering Dilanggar

Listiyono mencontohkan kesalahan umum dalam bermedia sosial di Indonesia, seperti konflik keluarga dan antar individu yang kerap diunggah di media sosial. Fenomena ini menunjukkan perlunya edukasi literasi media sosial untuk membedakan urusan privat dan publik.

“Ini yang sering muncul di masyarakat kita. Kita butuh literasi media sosial agar tahu mana urusan privat dan mana urusan publik,” tuturnya.

Menyoroti fenomena buzzer atau pendengung, Listiyono menyebutnya sebagai keniscayaan. Buzzer sengaja dihadirkan untuk menciptakan framing tertentu yang bisa menyudutkan kelompok tertentu.

Baca Juga:  Cara Menegur Kolega yang Melakukan Seksisme di Tempat Kerja Tanpa Memicu Konflik

“Masyarakat dengan literasi bermedia sosial yang baik akan bisa membedakan mana yang sesuai realitas dan mana yang sengaja diciptakan dengan tujuan tertentu,” jelasnya.

Listiyono mengajak publik untuk bermedia sosial dengan bijak, menjadikan media sosial sebagai ruang publik yang memberikan informasi edukatif. “Mari kita gunakan media sosial dengan arif dan bijaksana,” pungkasnya.

Hari Media Sosial menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang etika dan literasi media sosial, sehingga publik dapat berpartisipasi secara positif dan bertanggung jawab dalam dunia digital. (adi)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
media sosial Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, skrining, dan pendampingan masyarakat.

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani Berbasis Data

8 Juli 2026 News
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle
Dosen FTMM UNAIR menjadi pembicara kuliah tamu di Bayero University Kano, Nigeria, membahas nanokimia komputasi dan peluang kolaborasi riset.

Dosen FTMM UNAIR Paparkan Riset Nanokimia Komputasi pada Kuliah Tamu Internasional di Nigeria

3 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.