Jakarta (beritajatim.id) – PT Hutama Karya (Persero) resmi menyelesaikan tahap topping off atau struktur utama pada proyek pembangunan IT Center Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ragunan Paket 2, Jumat (1/8/2025). Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam mendukung transformasi digital sektor perbankan nasional.
Seremoni topping off berlangsung di Gedung Cloud IT Center BRI Ragunan Paket 2 dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai pihak, termasuk Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi, EVP Divisi Gedung Hutama Karya Nyoman Endi Mahendra, VP BRI Rio Hendarwan, GM PT Agrinas Jaladri Nusantara Rachmat Nur Rochim, serta Direktur Arsitektur Alien DC Consultant Aditya W. Fitrianto.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyampaikan bahwa proyek yang mulai dikerjakan sejak 30 Agustus 2024 ini kini telah mencapai 54,59 persen dari total pekerjaan konstruksi.
“Topping off ini menjadi bukti komitmen kami dalam menyelesaikan proyek strategis ini tepat waktu dengan standar kualitas terbaik,” ujar Adjib.
Dua Gedung Bertaraf Internasional Siap Dukung Digitalisasi
Hutama Karya dipercaya membangun dua gedung utama dalam proyek ini, yakni Gedung Techno (1 basement + 13 lantai) dan Gedung Cloud (5 lantai + atap), dengan total luas bangunan mencapai 18.914 meter persegi. Kedua gedung ini akan difungsikan sebagai kantor dan pusat data (data center) dengan standar internasional.
Untuk memastikan presisi dan efisiensi, proyek ini menggunakan teknologi canggih Building Information Modeling (BIM) 3D-5D. Teknologi ini memungkinkan perencanaan dan visualisasi virtual secara detail sebelum proses pembangunan dimulai.
“Dengan BIM, kami bisa merancang secara digital dengan akurasi tinggi sehingga meminimalkan kesalahan dan efisiensi konstruksi meningkat,” jelas Adjib.
Selain efisiensi, proyek ini juga mengusung konsep green building dan sustainable construction. Fasilitas IT Center ini akan dilengkapi sistem pintar, termasuk pengaturan suhu otomatis dan manajemen energi, guna mendukung operasional yang ramah lingkungan.
Tantangan Teknis Berhasil Diatasi
Adjib menjelaskan bahwa proyek ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menjaga infrastruktur satelit dan kabel fiber optic BRI yang sensitif, adaptasi desain saat konstruksi, hingga keterlambatan pengadaan material impor. Namun, semua tantangan berhasil diatasi berkat perencanaan matang dan koordinasi yang solid antar tim.
Proyek ini juga dijalankan dengan standar tinggi di bidang keselamatan dan mutu, termasuk penerapan Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) dengan sertifikasi internasional seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO 27001:2022.
Setelah topping off, pembangunan akan difokuskan pada pekerjaan arsitektur dan MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) yang ditargetkan selesai dalam 6 bulan ke depan. Proses testing dan commissioning dijadwalkan pada Januari 2026.
Dukungan bagi UMKM dan Ekonomi Lokal
Selain manfaat strategis dalam mendukung transformasi digital BRI, kehadiran proyek ini juga diyakini akan meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Ragunan.
Dengan lokasi hanya 400 meter dari Terminal Ragunan dan 450 meter dari Halte Transjakarta Ragunan, gedung ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang memberi peluang bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
VP BRI, Rio Hendarwan, menekankan bahwa proyek IT Center ini sangat krusial untuk penguatan infrastruktur digital BRI.
“Gedung data center ini akan meningkatkan kualitas layanan BRI bagi nasabah di seluruh Indonesia serta mempercepat digitalisasi layanan,” ujar Rio.
Melalui proyek strategis ini, BRI dan Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem digital perbankan yang kuat, efisien, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (hdl)


as a preferred source on Google




