Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Pendidikan»Inovasi Prof Shofy UNAIR Dorong Kemandirian Akuakultur, Hadirkan Alternatif Pakan Lokal Pengganti Artemia

Inovasi Prof Shofy UNAIR Dorong Kemandirian Akuakultur, Hadirkan Alternatif Pakan Lokal Pengganti Artemia

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Pendidikan 9 April 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ahmad Shofy Mubarak, Guru Besar di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga
Ahmad Shofy Mubarak, Guru Besar di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Surabaya (beritajatim.id) – Upaya memperkuat kemandirian sektor akuakultur nasional terus didorong melalui inovasi berbasis riset. Salah satu terobosan datang dari Ahmad Shofy Mubarak yang memperkenalkan teknologi reproduksi hewan air dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Kamis (9/4/2026).

Dalam paparannya, Prof Shofy menekankan bahwa akuakultur menjadi pilar penting ketahanan pangan berbasis perikanan di Indonesia. Namun, peningkatan produksi ikan dan udang masih menghadapi tantangan besar, terutama pada ketersediaan benih berkualitas dan pakan alami yang berkelanjutan.

Selama ini, industri budidaya masih bergantung pada impor kista Artemia sebagai pakan larva ikan dan udang. Ketergantungan tersebut dinilai berisiko terhadap stabilitas produksi nasional, mengingat Indonesia tidak memiliki spesies Artemia yang dapat dibudidayakan secara alami akibat keterbatasan ekosistem.

Sebagai solusi, Prof Shofy mengembangkan teknologi reproduksi untuk menghasilkan telur dorman dari zooplankton lokal, khususnya Moina macrocopa. Spesies ini dinilai memiliki kandungan nutrisi dan ukuran yang sebanding dengan Artemia, namun lebih adaptif terhadap lingkungan perairan Indonesia.

Melalui pendekatan ilmiah, produksi telur dorman atau ephipia dilakukan dengan menginduksi reproduksi seksual menggunakan kombinasi faktor stres lingkungan seperti kepadatan populasi, kondisi oksigen rendah, serta pengaturan nutrisi. Metode ini terbukti mampu meningkatkan produksi individu jantan dan betina seksual yang berperan dalam pembentukan telur berkualitas tinggi.

Selain inovasi pakan alami, Prof Shofy juga menyoroti permasalahan dalam budidaya ikan nila yang cenderung mengalami reproduksi terlalu cepat. Kondisi ini menyebabkan energi ikan lebih banyak terserap untuk pemijahan dibandingkan pertumbuhan, sehingga berdampak pada rendahnya ukuran panen.

Baca Juga:  Tim Semester Enam Masih Jomblo dari UNAIR Raih Juara Nasional di Kompetisi Audit 2025

Sebagai alternatif, ia memperkenalkan pemanfaatan tanaman lokal Mucuna pruriens atau kara benguk sebagai bahan tambahan pakan. Kandungan L-Dopa dalam tanaman tersebut berfungsi mengatur hormon reproduksi ikan, sehingga dapat menekan perkembangan gonad sekaligus meningkatkan pertumbuhan.

Pendekatan ini menunjukkan hasil signifikan, di mana suplementasi berbasis kara benguk mampu menurunkan tingkat kematangan gonad ikan nila betina, sekaligus meningkatkan laju pertumbuhan, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa kontribusi sektor perikanan budidaya terhadap produksi nasional terus meningkat, dengan target produksi mencapai lebih dari 22 juta ton pada 2026. Namun, ketergantungan pada bahan baku impor masih menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas dan efisiensi produksi.

Melalui inovasi ini, Prof Shofy berharap Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor, sekaligus memperkuat ekosistem akuakultur berbasis sumber daya lokal. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan di berbagai daerah. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026 Pendidikan
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026 Pendidikan

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026 Pendidikan
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

Dispendik Surabaya Pastikan MPLS SD-SMP Ramah Anak, Bebas Perpeloncoan dan Dipantau Sistem Kementerian

13 Juli 2026 Pendidikan
MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, dan Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 untuk memperkuat budaya sekolah aman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen Kukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Perkuat Budaya Sekolah Aman hingga Ruang Digital

11 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.