Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Kampung Heritage Kayutangan: Destinasi Wisata Pilihan, Perkuat Citra Kota Kreatif Malang

Kampung Heritage Kayutangan: Destinasi Wisata Pilihan, Perkuat Citra Kota Kreatif Malang

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Lifestyle 10 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kampung Heritage Kayutangan
Kampung Heritage Kayutangan di Kota Malang (foto: Hendro D. Laksono)

Malang (beritajatim.id) – Kota Malang resmi menyandang predikat UNESCO Creative City of Media Arts, menempatkannya sejajar dengan kota-kota kreatif dunia seperti Seoul, Lyon, dan Toronto.

Salah satu elemen penting dalam penilaian tersebut adalah keberadaan Kampung Heritage Kayutangan, yang menjadi simbol perpaduan antara warisan budaya dan inovasi kreatif.

Predikat bergengsi ini tidak terlepas dari peran aktif Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Diplomasi akademik yang dibangun UB berhasil mendatangkan Prof. Dr. Xiang (Hardy) Yong, UNESCO Chairholder on Creativity and Sustainable Development in Rural Areas sekaligus Dekan Institute for Cultural Industries, Peking University, ke Malang pada Februari 2025.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting karena menghasilkan rekomendasi resmi kepada UNESCO. Surat rekomendasi itu menegaskan kapasitas Malang dalam mengembangkan ekosistem seni media berbasis budaya lokal.

Dosen Bahasa dan Budaya Tiongkok FIB UB, Yang Nadia Miranti, M.Pd, menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang dikunjungi Prof. Hardy adalah Kampung Heritage Kayutangan. “Kunjungan ke Kayutangan memberikan gambaran konkret tentang potensi industri budaya dan komitmen masyarakat Malang dalam menjaga warisan sejarah,” ujarnya.

Pengunjung kawasan wisata Kampung Heritage Kayutangan di Kota Malang (foto: Hendro D. Laksono)
Pengunjung kawasan wisata Kampung Heritage Kayutangan di Kota Malang (foto: Hendro D. Laksono)

Kampung Heritage Kayutangan: Cermin Masa Lalu yang Hidup

Diresmikan pada 22 April 2018, Kampung Heritage Kayutangan, atau Kampoeng Heritage Kajoetangan, merupakan kawasan wisata berbasis budaya yang terletak di jantung Kota Malang. Kampung ini mempertahankan keaslian bangunan kolonial, kuliner tempo dulu, hingga kehidupan sosial warganya.

Baca Juga:  Saat Suami Suka Memasak, Rumah Tangga Makin Hangat dan Keluarga Makin Ceria

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Mila Kurniawati, menjelaskan bahwa ada lima potensi utama yang dikembangkan di kawasan ini:

  • Wisata bangunan tua dan bersejarah
  • Situs religi
  • Kuliner dan perdagangan lokal
  • Eksplorasi sungai
  • Event dan kegiatan budaya

Jejak Arsitektur dan Cerita di Tiap Sudut

Saat ini terdapat 23 spot rumah heritage yang menjadi daya tarik utama kampung ini. Bangunan-bangunan tersebut masih mempertahankan arsitektur aslinya, mencerminkan perjalanan sejarah dari masa kolonial hingga awal kemerdekaan.

Beberapa bangunan ikonik antara lain:

Rumah Namsin
Terletak di Jalan Basuki Rahmad No. 31, bangunan bergaya Nieuwe Bouwen ini berdiri sekitar tahun 1900-an dan sempat digunakan sebagai dealer motor serta toko mesin jahit Singer. Logo resmi Kampung Kayutangan bahkan terinspirasi dari rumah ini.

Rumah Jengki
Berarsitektur khas 1960-an dengan atap asimetris dan ventilasi kerawang, rumah di Gang 6 No. 976 ini menjadi contoh langka gaya jengki yang unik di Indonesia.

Rumah 1870
Sebagai bangunan tertua di kawasan ini, rumah di Gang 6 No. 988 masih mempertahankan bentuk aslinya sejak abad ke-19. Elemen arsitektur kolonial terlihat jelas pada ventilasi dan ukiran kayunya.

Rumah Cerobong
Dikenal karena tambahan cerobong asap di dapur untuk produksi daging rebus, rumah ini menunjukkan fungsi arsitektur yang berpadu dengan aktivitas ekonomi rumahan.

Gubuk Ningrat
Rumah keluarga Sahlan di Jalan AR. Hakim II No. 1190 menampilkan gaya jengki dengan ornamen lima tingkat di mahkotanya, melambangkan status sosial pemilik sebagai saudagar.

Baca Juga:  Dari Kentongan ke Sound Horeg: Transformasi Tradisi Sahur di Jawa Timur

Rumah Jamu
Rumah tahun 1940-an milik keluarga Esther di Jalan AR. Hakim II No. 7 masih memproduksi jamu tradisional hasil racikan sendiri. Arsitekturnya memadukan unsur kolonial dan Tionghoa.

Warisan Hidup untuk Masa Depan

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Kampung Heritage Kayutangan kini menjadi living museum yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Keaslian bangunan, keramahan masyarakat, serta semangat pelestarian budaya menjadikannya simbol identitas Kota Malang.

Kampung ini juga memperkuat posisi Malang sebagai kota kreatif dunia, membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi di era digital. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
heritage Wisata Jawa Timur wisata malang
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle

9 Manfaat Mewarnai bagi Anak yang Jarang Disadari, Tak Sekadar Asah Kreativitas tetapi Dukung Tumbuh Kembang

2 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.