Jakarta (beritajatim.id) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan motivasi langsung kepada 320 personel gabungan TNI-Polri yang akan bertugas melakukan pengamanan di Gedung DPR/MPR RI dan sejumlah objek vital negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menggelar makan malam bersama para personel di halaman Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Hadir pula Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta sejumlah pejabat tinggi TNI-Polri, di antaranya Wakapolri, Dankorbrimob, Pangkormar, Astamaops Kapolri, Kadivpropam, Kadivhumas, Danpasmar 1, dan Kapolda Metro Jaya.
Apresiasi untuk Pasukan Pengamanan
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh personel yang selama beberapa hari terakhir bekerja keras menjaga keamanan.
“Saya tahu bagaimana perjuangan rekan-rekan menghadapi berbagai permasalahan, khususnya ini akan melaksanakan tugas untuk menjaga salah satu obyek vital nasional,” ujar Kapolri.
Kapolri menekankan, setiap tugas harus dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Penekanan pada UU No. 9 Tahun 1998
Lebih lanjut, Jenderal Sigit mengingatkan personel untuk mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 yang mengatur penyampaian pendapat di muka umum.
Ia menjelaskan bahwa unjuk rasa merupakan hak demokratis warga negara yang wajib diamankan aparat selama dilaksanakan sesuai aturan. Namun, bila terjadi pelanggaran, aparat memiliki kewenangan untuk memberikan peringatan hingga membubarkan aksi.
“Selama ini yang kita jaga adalah bagaimana agar aspirasi masyarakat betul-betul bisa kita kawal dan semuanya bisa berjalan dengan aman dan tertib,” tegasnya.
Waspadai Penyusupan dan Tindakan Anarkis
Kapolri juga memberi peringatan agar seluruh personel waspada terhadap kemungkinan adanya penyusupan dalam aksi penyampaian pendapat. Menurutnya, tindakan anarkis yang merusak fasilitas publik, mengganggu perekonomian, hingga menimbulkan korban jiwa, tidak boleh ditoleransi.
“Hal-hal yang sifatnya melanggar hukum, apalagi sampai merusak, membakar, dan melakukan perusakan terhadap fasilitas publik maupun objek vital internasional, tentu harus diambil langkah tegas,” jelas Kapolri.
Sebelum bertindak, Kapolri meminta seluruh pasukan bisa membedakan antara peserta aksi yang tertib dan pihak yang melakukan provokasi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas TNI-Polri demi stabilitas keamanan nasional.
“Para personel harus terus menjaga soliditas, persatuan, dan kesatuan, sekaligus memulihkan situasi apabila terjadi gangguan,” pungkasnya.
Makan malam bersama ini bukan hanya bentuk penghargaan atas dedikasi pasukan, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin keamanan di pusat demokrasi Indonesia. Dengan pengamanan yang disiplin, profesional, dan humanis, aspirasi masyarakat diharapkan tetap tersalurkan tanpa mengganggu stabilitas nasional. (tin)


as a preferred source on Google




