Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»COP30 di Brasil Masih Buntu, Negosiasi Soal Masa Depan Bahan Bakar Fosil tak Temui Kata Sepakat

COP30 di Brasil Masih Buntu, Negosiasi Soal Masa Depan Bahan Bakar Fosil tak Temui Kata Sepakat

Haris DwiHaris Dwi Internasional 22 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden COP30, Andre Correa do Lago
Presiden COP30, Andre Correa do Lago

Jakarta (beritajatim.id) – Konferensi iklim COP30 di Brasil memasuki tahap krusial tanpa kepastian hasil, setelah negara-negara peserta kembali gagal mencapai kata sepakat atas rancangan kesepakatan final. Pertemuan yang dijadwalkan berakhir pada Jumat di Kota Belem itu berlangsung hingga larut malam, menandai tingginya tensi negosiasi dalam dua pekan terakhir.

Brasil selaku tuan rumah menempatkan COP30 sebagai momen penentu masa depan kerja sama iklim global. Pemerintah negara itu mendorong seluruh pihak untuk menutup perbedaan pandangan, khususnya mengenai masa depan energi fosil dan urgensi aksi kolektif menghadapi krisis iklim.

Presiden COP30, Andre Correa do Lago, menekankan pentingnya menjaga kesatuan posisi negara-negara peserta untuk mencapai hasil yang dapat diimplementasikan secara global.

Namun, rancangan kesepakatan memicu penolakan dari sejumlah pihak. Uni Eropa menilai dokumen sementara tersebut tidak cukup mendorong upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Di sisi lain, sejumlah negara berkembang menolak tekanan dari blok tersebut dan menuntut komitmen pendanaan yang lebih kuat untuk membantu mereka mengatasi dampak perubahan iklim.

Seorang negosiator dari negara berkembang menyampaikan bahwa upaya membatasi bahan bakar fosil harus dibarengi dengan jalur pendanaan yang jelas untuk membantu negara berpenghasilan rendah. Ia menegaskan bahwa tidak dapat ada satu jalur kebijakan tanpa dukungan pendanaan yang memadai, meski pembahasan berlangsung tertutup.

Dorongan untuk menghapuskan minyak, batu bara, dan gas sebagai sumber utama pemanasan global kembali menjadi sorotan, menyusul kekecewaan atas lambatnya implementasi kesepakatan COP28 di Dubai yang meminta transisi dari energi fosil.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Presiden Lula da Silva Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Brasil

Selain itu, perdebatan juga mencakup isu hambatan perdagangan dan besaran dukungan yang dibutuhkan negara rentan untuk beradaptasi terhadap bencana iklim seperti banjir dan kekeringan.

Rancangan dokumen yang ditolak mengusulkan peningkatan signifikan pembiayaan bagi negara berkembang. Usulan tersebut mencakup lonjakan dukungan keuangan secara berlipat ganda serta dorongan untuk melipatgandakan pendanaan adaptasi pada 2030 dibanding tingkat pada 2025.

Hingga pertemuan memasuki waktu tambahan, belum ada tanda kesepakatan final, menandakan bahwa perbedaan kepentingan negara-negara dunia masih menjadi hambatan utama dalam menghadapi krisis iklim global. (ris)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Brasil COP30
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.