Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan dengan menyasar sekitar 300 ribu hingga 400 ribu lanjut usia (lansia) serta 36 ribu penyandang disabilitas pada tahun ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari integrasi program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan layanan perlindungan sosial yang selama ini dikelola Kemensos.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa perluasan sasaran ini pada dasarnya merupakan penyelarasan program yang telah berjalan. Selama ini, Kemensos sudah menyediakan layanan pemenuhan gizi bagi lansia, namun kini disatukan dalam skema MBG agar penyalurannya lebih terintegrasi, efektif, dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.
Menurut Saifullah, pendataan calon penerima manfaat lansia dan penyandang disabilitas saat ini masih dilakukan secara bertahap bersama pemerintah daerah. Proses tersebut bertujuan memastikan ketepatan sasaran, termasuk pemutakhiran data serta penentuan mekanisme distribusi makanan yang paling sesuai dengan kondisi penerima.
Untuk penyediaan makanan, Kemensos memastikan proses produksi akan dipusatkan melalui Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selanjutnya, distribusi kepada lansia dan penyandang disabilitas akan melibatkan petugas Kemensos, caregiver atau perawat profesional, serta relawan sosial di berbagai daerah.
Pada sasaran lansia, jumlah penerima manfaat direncanakan meningkat signifikan dari sekitar 136 ribu orang menjadi 300 ribu hingga 400 ribu orang. Penerima manfaat tidak terbatas pada lansia yang tinggal di komunitas, namun juga membuka peluang bagi mereka yang berada di panti werdha, dengan catatan angka final masih menunggu hasil simulasi dan pemutakhiran data nasional.
Sementara itu, untuk penyandang disabilitas, Program MBG ditargetkan menjangkau sekitar 36 ribu penerima manfaat. Skema bantuan mencakup pemberian makanan bergizi dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari, guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian secara berkelanjutan.
Saifullah menambahkan bahwa integrasi pelaksanaan MBG dilakukan lintas kementerian dan lembaga. Untuk kelompok ibu hamil, mekanisme penyaluran akan dilaksanakan melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), sementara Kemensos dan BGN berfokus pada lansia dan penyandang disabilitas.
Melalui integrasi ini, Kemensos berharap pemenuhan gizi kelompok rentan dapat berjalan lebih optimal dan berkeadilan. Program MBG juga diproyeksikan memperkuat efektivitas bantuan sosial berbasis data yang akurat, sejalan dengan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan. (hen)


as a preferred source on Google




