Surabaya (beritajatim.id) – Tiga mahasiswi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara II dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kesehatan Nasional (LKTIKN) 2025 yang diselenggarakan oleh HIMA Kesmas Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (3/7/2025).
Tim tersebut terdiri atas Syarafina Khoirunnisa, Nisrina Nanda Eka Rahayu, dan Nabilla Rahmadian Bilqis. Mereka mengusung karya berjudul SEHATin: Inovasi Skrining PTM Berbasis Aplikasi Terintegrasi Convolutional Neural Network (CNN) yang mendukung transformasi digital kesehatan di Indonesia.
SEHATin: Inovasi Skrining Digital untuk PTM
SEHATin adalah aplikasi yang dirancang untuk skrining mandiri Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Dengan teknologi Convolutional Neural Network (CNN), aplikasi ini memungkinkan pengguna melakukan deteksi dini melalui analisis pola makan dan aktivitas fisik menggunakan kamera gawai.
Tak hanya itu, SEHATin juga dilengkapi fitur edukasi gaya hidup sehat, tantangan kebugaran, konsultasi dengan tenaga medis profesional, serta resume medis keluarga yang dapat diakses dengan antarmuka ramah pengguna.
“SEHATin tidak hanya mendeteksi, tetapi juga mendorong pencegahan melalui edukasi dan intervensi kebiasaan sehat,” jelas Syarafina, ketua tim pengembang.
Berangkat dari Keprihatinan terhadap PTM di Indonesia
Tim mengaku bahwa gagasan ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya prevalensi PTM di Indonesia, yang kini menjadi penyebab utama kematian, namun dengan tingkat deteksi dini yang masih rendah.
“Kami ingin menjawab tantangan ini melalui pendekatan digital yang solutif,” kata Nisrina.
Selama dua minggu, tim melakukan studi literatur mendalam, menelaah jurnal ilmiah, dan mengolah data secara deskriptif—di tengah kesibukan perkuliahan dan aktivitas organisasi.
Tantangan Waktu dan Makna Sebuah Kemenangan
Proses pengerjaan karya tidak mudah. Manajemen waktu dan konsistensi menjadi tantangan terbesar. Bahkan, naskah final diserahkan tepat pada detik terakhir tenggat pengumpulan.
“Kami mengunggah karya tepat pukul 23.59 karena bersamaan dengan tugas akhir semester,” ungkap Nabilla, mengenang perjuangan mereka.
Meski sebelumnya pernah mengalami kegagalan dalam kompetisi lain, kemenangan ini menjadi momen penting yang membuktikan bahwa kegigihan dan kolaborasi membuahkan hasil nyata.
Menuju Implementasi Nyata dan Pesan untuk Mahasiswa
Tim FKM UNAIR berencana mengembangkan SEHATin ke tahap implementasi masyarakat dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk merealisasikannya secara luas.
“Kami percaya, ide tidak seharusnya berhenti di atas kertas. Kami ingin SEHATin benar-benar digunakan di lapangan,” tegas tim.
Sebagai penutup, mereka menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain. “Jangan tunggu sempurna untuk mulai berkontribusi. Gagal adalah bagian dari proses. Mulailah sekarang,” kata mereka. (rio/ted)


as a preferred source on Google



