Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Masjid Cheng Ho Surabaya, Tepis Perbedaan Satukan Hati tanpa Henti

Masjid Cheng Ho Surabaya, Tepis Perbedaan Satukan Hati tanpa Henti

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 14 Juli 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Masjid Cheng Hoo Surabaya (foto: Hendro D. Laksono/beritajatim.id)
Masjid Cheng Hoo Surabaya (foto: Hendro D. Laksono/beritajatim.id)

Surabaya (beritajatim.id) – David, 27 tahun, kembali mengenakan sandal. Sesaat ia bercanda dengan Usman, 25 tahun, tetangganya yang juga baru menjalankan sholat dzuhur berjamaah. Wajah mereka nampak cerah, seperti siang di Kota Surabaya hari ini.

Beberapa waktu lalu, mereka baru saja menjalankan sholat dzuhur bersama belasan orang lainnya di dalam Masjid Cheng Ho, masjid dengan sentuhan arsitektur unik yang kerap jadi jujugan warga kota, baik untuk kebutuhan ibadah, atau yang lain.

Saat memenuhi shaf sholat, mereka, baik warga Tionghoa dan Jawa, berjajar khusuk. Sungguh harmoni yang menyejukkan. “Iya, siapa aja bisa sholat di sini. Kita di dalam kadang lupa kalau saya Tionghoa, atau Usman yang Jawa. Nggak penting juga bahas soal ginian di dalam masjid,” candanya.

Ya, Masjid Muhammad Cheng Ho di Surabaya tumbuh menjadi simbol pemersatu Islam dan budaya Tionghoa. Terletak di kompleks PITI (Pembina Iman Tauhid Islam) di Jalan Gading, masjid ini mencerminkan keharmonisan dua budaya yang sering dipandang berjauhan.

Warga Tionghoa di Surabaya, yang jumlahnya tak sampai 25 persen dari populasi, memiliki variasi agama namun tetap berkomunikasi tanpa hambatan apalagi beban.

Masjid seluas 231 meter persegi ini merupakan hasil keinginan masyarakat Muslim Tionghoa untuk memiliki tempat ibadah representatif. Peletakan batu pertama dilakukan pada Oktober 2001, dengan kehadiran tokoh-tokoh Tionghoa non-Muslim seperti Bintoro Tanjung, Henry J. Gunawan, Liem Ou Yen, dan Bingky Irawan.

Baca Juga:  Bicara di Youtube, Wapres Gibran Tegaskan Pentingnya Kemandirian Pangan Hadapi Krisis Global

Desain masjid mengadopsi bentuk khas budaya Tionghoa, mengambil inspirasi dari Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 masehi.

Proses pembangunan masjid selesai dalam enam bulan dengan biaya sekitar Rp 700 juta, berkat bantuan dana dari masyarakat umum dan Tionghoa non-Muslim. PITI meyakini bahwa tempat ibadah tidak memiliki pakem tertentu, sehingga arsitektur masjid dapat disesuaikan dengan budaya lokal.

Pada Oktober 2002, masjid ini resmi dibuka secara soft opening. Arsitekturnya unik dengan dominasi warna merah dan kuning emas, menyerupai klenteng.

Masjid ini dinamai Masjid Muhammad Cheng Ho, untuk menghormati penyebar Islam yang terkenal di Indonesia. Masjid ini mampu menampung sekitar 200 jamaah, dengan bangunan utama seluas 99 meter persegi.

Angka-angka 8, 9, dan 11 pada desain masjid memiliki makna mendalam, yaitu ukuran Ka’bah pertama, jumlah Wali Songo, dan lambang keberuntungan dalam budaya Tionghoa.

Jamaah Masjid Cheng Ho Surabaya
Salah satu Jamaah Masjid Cheng Ho Surabaya sedang membaca Al Quran (foto: Tiara Aydin Sava)

Papan nama masjid ditulis dalam huruf Mandarin oleh Duta Besar Cina untuk Indonesia, Lu Shu Ming, dengan makna Masjid Cheng Ho. Terdapat juga replika kapal Laksamana Cheng Ho, yang dibuat oleh Abadaeng, seorang warga Surabaya asal Sulawesi.

Masjid ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena arsitekturnya yang unik dan berciri khas Tionghoa. Filosofisnya, Masjid Cheng Ho tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk menyampaikan pesan bahwa nenek moyang Tionghoa juga ada yang muslim, menjadikan Islam tidak asing bagi mereka.

Baca Juga:  Surabaya Menuju Kota Layak Anak 2025, Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Jadi Kunci

David dan Usman, kemudian pamit dan berjalan santai ke arah motor yang mereka parkir di dekat masjid. Sementara beberapa yang lain masih duduk di dalam masjid, sekedar melepas lelah, atau membaca Al Quran di teras. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Masjid Cheng Ho Masjid Surabaya Wisata Religi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Polres Kediri Kota menggelar Wayang Cangkrukan sebagai media edukasi kamtibmas berbasis seni budaya untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga.

Wayang Cangkrukan Polres Kediri Kota Jadi Media Edukasi Kamtibmas, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Warga

19 Juli 2026 News
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan parkir tempat usaha agar seluruh lokasi berizin, tarif transparan, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19 Juli 2026 News
Film Rejoto Nyambung Tresno menjadi media promosi wisata Kota Mojokerto sekaligus bukti keberhasilan pembinaan ekonomi kreatif oleh Pemkot.

Film Rejoto Nyambung Tresno Jadi Media Promosi Wisata Kota Mojokerto dan Bukti Sukses Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026 News
Khofifah membuka Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dan menegaskan BEC menjadi ajang promosi budaya lokal serta penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Khofifah Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2026, BEC Perkuat Budaya Lokal dan Dongkrak Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026 News
Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026 News
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Polres Kediri Kota menggelar Wayang Cangkrukan sebagai media edukasi kamtibmas berbasis seni budaya untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga.

Wayang Cangkrukan Polres Kediri Kota Jadi Media Edukasi Kamtibmas, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Warga

19 Juli 2026
Berita Terbaru
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026
Polresta Malang Kota mengungkap jaringan narkotika lintas provinsi dengan menyita 3,2 kg sabu dan 2.480 butir ekstasi serta menangkap dua kurir.

Polresta Malang Kota Gagalkan Peredaran 3,2 Kg Sabu dan 2.480 Butir Ekstasi, Dua Kurir Ditangkap

18 Juli 2026
Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.