Surabaya (beritajatim.id) – Ketidakpatuhan terhadap hak cipta oleh beberapa content creator di media sosial menjadi sorotan Beky Subechi, Dosen Fotografi di Stikosa AWS. Ia mengatakan, banyak content creator menggunakan materi berhak cipta tanpa izin atau atribusi yang tepat, seperti gambar, musik, video, atau tulisan dari sumber lain.
“Penggunaan materi tanpa izin atau atribusi yang tepat dapat menyebabkan konsekuensi hukum serius, termasuk tuntutan hukum atau pembatasan konten oleh platform media sosial,” ujar Beky, Kamis (6/6/2024).
Meski tidak semua content creator melanggar hak cipta, banyak dari mereka yang mengikuti aturan dengan menggunakan konten bebas hak cipta, memperoleh izin dari pemilik, atau mematuhi prinsip fair use. “Banyak content creator yang mematuhi etika dan aturan dalam penggunaan konten milik orang lain,” terang editor foto di sebuah media di Surabaya ini.
Beky menekankan pentingnya menghormati hak cipta untuk melindungi diri dari konsekuensi hukum dan membangun reputasi yang baik di dunia media sosial. Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan konten tanpa izin dapat merugikan beberapa pihak.
“Pertama, pemilik hak cipta yang berhak atas karya tersebut. Mereka dapat mengalami kerugian finansial dan reputasional jika karyanya digunakan tanpa izin,” tegas Beky.
Kedua, penonton atau audiens. Jika mereka mengetahui bahwa konten yang digunakan adalah milik orang lain dan digunakan tanpa izin, kepercayaan mereka terhadap content creator bisa menurun. “Penonton mungkin merasa content creator tidak menghormati hak cipta atau tidak kreatif dalam menciptakan konten orisinal,” tambahnya.
Platform media sosial juga bisa dirugikan. Jika pelanggaran hak cipta dilaporkan, platform tersebut mungkin harus mengambil tindakan, seperti menghapus konten atau menangguhkan akun content creator. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan pengikut atau reputasi yang terpengaruh.
“Industri kreatif secara keseluruhan juga dirugikan. Penggunaan materi berhak cipta tanpa izin dapat mengurangi insentif bagi pencipta untuk terus menghasilkan konten baru,” jelas Beky.
Beky mengingatkan pentingnya bagi content creator untuk memahami dan menghormati hak cipta, mematuhi aturan penggunaan konten orang lain, dan menjaga hubungan baik dengan pemilik hak cipta serta audiens mereka.
“Ini tidak hanya untuk menghindari masalah hukum dan konsekuensi reputasional, tetapi juga untuk memelihara industri kreatif agar tetap produktif dan inovatif,” tutupnya. (hdl)


as a preferred source on Google



