Surabaya (beritajatim.id) – Proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur menjadi perhatian utama bagi para investor, mengingat peranannya yang vital dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Prof. Rossanto Dwi Handoyo, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga, membahas berbagai aspek yang mempengaruhi minat investasi di IKN dalam sebuah diskusi di Surabaya.
Menurut Prof. Rossanto, investor selalu mencari keuntungan jangka panjang. “Investasi di IKN adalah investasi fisik dengan orientasi jangka panjang, berbeda dengan investasi surat berharga seperti saham atau obligasi,” jelasnya.
Faktor-faktor seperti political will dari pemerintah sangat mempengaruhi keputusan investor.
Meskipun regulasi terkait IKN sudah jelas, keseriusan pemerintah dalam melakukan transformasi dan migrasi ibu kota dari Jakarta ke IKN menjadi faktor penentu utama. “Antusiasme pemerintah dalam menggerakkan infrastruktur dan ASN ke IKN adalah indikator political will yang nyata,” tambahnya.
Perpindahan ASN dan masyarakat umum juga menjadi aspek penting dalam keberhasilan IKN. Prof. Rossanto menjelaskan, jika hanya ASN yang pindah, peluang bisnis di IKN akan terbatas.
Namun, jika masyarakat umum juga ikut pindah, ini akan membuka banyak kesempatan bisnis baru.
“Jika yang pindah hanya ASN dan keluarganya, tentu kesempatan bisnisnya terbatas. Tapi jika masyarakat luas ikut pindah, maka peluang bisnis akan semakin besar,” ujarnya.
Meskipun keuntungan bisnis adalah motivasi utama, mengubah hutan belantara menjadi kota modern dan ramah lingkungan adalah tantangan besar yang membutuhkan waktu panjang, bahkan hingga 50-100 tahun.
Minat investor terhadap IKN cukup besar, terbukti dengan banyaknya letter of intent yang diterima.
Namun, masalah lokasi dan kesiapan infrastruktur seperti listrik dan air masih menjadi tantangan utama. Meskipun pemerintah telah memberikan jaminan hak guna lahan yang panjang hingga 190 tahun, kesiapan lokasi dan infrastruktur tetap menjadi perhatian.
Selain itu, komitmen pemerintah masa depan juga menjadi pertimbangan penting bagi investor.
“Komitmen dari pemerintahan saat ini terlihat kuat, tetapi bagaimana dengan pemerintahan yang akan datang? Ini yang masih menjadi pertanyaan,” ucap Prof. Rossanto. (hdl)


as a preferred source on Google




