Vatikan (beritajatim.id) – Paus Fransiskus secara terbuka menyerukan penyelidikan mendalam untuk menentukan apakah tindakan militer Israel di Gaza termasuk genosida. Seruan ini muncul dalam kutipan dari buku terbarunya, Hope Never Disappoints: Pilgrims Towards a Better World, yang akan diterbitkan menjelang yubileum kepausannya pada 2025.
“Menurut beberapa pakar, apa yang terjadi di Gaza memiliki karakteristik genosida,” kata Paus dalam kutipan yang diterbitkan harian Italia La Stampa pada Minggu (17/11). Ia menambahkan bahwa investigasi diperlukan untuk memastikan apakah tindakan tersebut memenuhi definisi genosida menurut hukum internasional.
Konflik Israel-Hamas memanas sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menculik 250 lainnya. Sebagai respons, Israel melancarkan operasi militer yang menewaskan lebih dari 43 ribu orang di Gaza selama setahun terakhir, menurut pejabat kesehatan setempat. Lebih dari separuh korban dilaporkan adalah perempuan dan anak-anak.
Tindakan Israel telah memicu gugatan hukum di Mahkamah Internasional di Den Haag terkait tuduhan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, hingga genosida. Paus Fransiskus menyebut perlunya pendekatan berbasis hukum dan kerja sama internasional dalam menyelesaikan konflik ini.
Pertemuan dan Komitmen Paus
Sebelumnya, Paus Fransiskus bertemu dengan keluarga sandera Israel dan warga Palestina yang terdampak perang. Ia memicu reaksi keras dengan menggunakan istilah terorisme dan genosida dalam komentarnya. Selain itu, pekan lalu, Paus bertemu delegasi sandera yang telah dibebaskan dan mendukung kampanye pembebasan mereka yang masih ditahan.
Dalam buku terbarunya, Paus juga mengangkat isu global seperti migrasi dan dampak perang Ukraina. Ia menekankan pentingnya globalisasi amal sebagai respons terhadap globalisasi ketidakpedulian. “Tidak ada negara yang dapat dibiarkan sendirian menghadapi tantangan ini,” ujar Paus.
Buku ini dirilis menjelang yubileum Paus pada 2025, yang diperkirakan akan menarik lebih dari 30 juta peziarah ke Roma untuk merayakan Tahun Suci. (ted/voaindonesia.com)


as a preferred source on Google



