Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Pendidikan»Sekolah di Surabaya Akui Pembatasan Gawai Tingkatkan Fokus Belajar dan Interaksi Sosial Siswa

Sekolah di Surabaya Akui Pembatasan Gawai Tingkatkan Fokus Belajar dan Interaksi Sosial Siswa

Ade MSGAde MSG Pendidikan 3 Februari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kegiatan di SMPK St. Vincentius Surabaya
Kegiatan di SMPK St. Vincentius Surabaya

Surabaya (beritajatim.id) – Kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah sekolah menilai aturan tersebut mampu meningkatkan fokus belajar, memperkuat interaksi sosial antarsiswa, serta memudahkan pengawasan selama kegiatan belajar mengajar.

Salah satu sekolah yang merasakan dampak signifikan adalah SMPK St. Vincentius Surabaya. Kepala sekolah, Maria Widawati, menyampaikan bahwa pembatasan penggunaan handphone telah disosialisasikan sejak awal tahun 2026 sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Surabaya.

Menurut Maria, sebelum aturan diberlakukan, sebagian besar siswa cenderung menghabiskan waktu dengan gawai, baik untuk bermain gim daring maupun mengakses media sosial, terutama saat jam istirahat atau sebelum pelajaran dimulai. Kondisi tersebut dinilai mengurangi interaksi langsung antarsiswa.

Namun, setelah kebijakan pembatasan diterapkan dan gawai dikumpulkan selama jam sekolah, suasana di lingkungan sekolah mengalami perubahan. Aktivitas komunikasi tatap muka meningkat, siswa lebih aktif berinteraksi dengan teman sebaya, serta terlihat lebih siap mengikuti proses pembelajaran di kelas.

Maria menegaskan pihak sekolah akan terus konsisten menjalankan kebijakan tersebut karena manfaatnya dirasakan langsung terhadap perkembangan sosial dan akademik siswa. Selain itu, keberadaan Surat Edaran Wali Kota dinilai memberikan dasar yang kuat bagi sekolah untuk bersikap tegas dalam menegakkan aturan tanpa menimbulkan polemik dengan orang tua maupun peserta didik.

Baca Juga:  Rosa Raih Golden Ticket FK UNAIR 2026 Lewat Prestasi OSA, Mimpi Jadi Dokter Terwujud

Kebijakan pembatasan gawai ini juga mendapat penegasan langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia menekankan bahwa aturan tersebut bukan bentuk pelarangan total terhadap teknologi, melainkan pengaturan penggunaan agar tidak mengganggu konsentrasi belajar di sekolah.

Eri menjelaskan, esensi pendidikan terletak pada interaksi, komunikasi, dan pembentukan karakter. Oleh karena itu, suasana belajar yang minim distraksi digital dinilai mampu menciptakan lingkungan kelas yang lebih kondusif. Dampaknya, siswa menjadi lebih fokus, aktif berdiskusi, serta membangun kedekatan dengan guru dan teman.

Ia juga mencontohkan perubahan perilaku siswa di SMPK St. Vincentius Surabaya, di mana aktivitas bermain gawai sebelum pelajaran kini berganti dengan percakapan dan interaksi sosial yang lebih sehat.

Selain siswa, Eri mengingatkan pentingnya peran guru sebagai teladan. Guru diharapkan turut membatasi penggunaan gawai saat proses pembelajaran berlangsung agar nilai disiplin dan konsistensi dapat diterapkan secara menyeluruh.

Sebagai informasi, Pemkot Surabaya sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.2.4/34733/436.7.8/2025 tentang Penggunaan Gawai dan Internet untuk Anak di Kota Surabaya. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar, menumbuhkan kedisiplinan, serta melindungi anak dari dampak negatif perkembangan teknologi informasi. (rio)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026 Pendidikan
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026 Pendidikan

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026 Pendidikan
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

Dispendik Surabaya Pastikan MPLS SD-SMP Ramah Anak, Bebas Perpeloncoan dan Dipantau Sistem Kementerian

13 Juli 2026 Pendidikan
MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, dan Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 untuk memperkuat budaya sekolah aman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen Kukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Perkuat Budaya Sekolah Aman hingga Ruang Digital

11 Juli 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.