Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
[gtranslate]
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Pemkot Mojokerto Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting demi Mewujudkan SDM Unggul

Pemkot Mojokerto Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting demi Mewujudkan SDM Unggul

Misti PrihatiniMisti Prihatini News 17 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pemkot Mojokerto memperkuat sinergi penanganan stunting dan kependudukan untuk menyiapkan SDM unggul serta memanfaatkan bonus demografi.
Pemkot Mojokerto memperkuat sinergi penanganan stunting dan kependudukan untuk menyiapkan SDM unggul serta memanfaatkan bonus demografi.

Mojokerto (beritajatim.id) – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting dan pengendalian penduduk sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum koordinasi isu strategis kependudukan dan stunting yang digelar di Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Rabu (17/6/2026).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik. Menurutnya, kualitas manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing menjadi faktor utama yang menentukan kemajuan daerah pada masa mendatang.

Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu menjelaskan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah saat ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Karena itu, persoalan kependudukan dan stunting harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan hingga masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, kalangan akademisi, serta Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data stunting yang digunakan dalam perencanaan program benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Validitas data dinilai menjadi elemen penting dalam menentukan efektivitas kebijakan. Dengan data yang tepat, intervensi pemerintah dapat dilakukan secara lebih terukur dan menyasar kelompok yang membutuhkan penanganan prioritas.

Baca Juga:  Kapolrestabes Surabaya Pastikan Kesiapan dan Keamanan Pilkada 2024, Tinjau Gudang Logistik KPU

Selain memperkuat basis data, Pemkot Mojokerto juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Upaya tersebut mencakup peningkatan pemahaman orang tua terkait pemenuhan gizi, kesehatan ibu hamil, serta pola pengasuhan anak sejak masa kehamilan hingga usia lima tahun.

Ning Ita menilai stunting tidak selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Dalam sejumlah kasus, gangguan pertumbuhan anak juga ditemukan pada keluarga yang memiliki pekerjaan dan penghasilan memadai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, pola asuh, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak turut memegang peranan penting dalam pencegahan stunting.

Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan anak menjadi salah satu fokus yang terus didorong oleh pemerintah daerah. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Mojokerto juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang saat ini tengah dinikmati Indonesia. Tingginya jumlah penduduk usia produktif dinilai dapat menjadi modal besar bagi pembangunan nasional maupun daerah apabila didukung dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, pemerintah pusat telah membuka berbagai akses pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga peluang kerja bagi lulusan sekolah menengah. Program tersebut memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri, termasuk peluang bekerja di luar negeri melalui jalur yang legal dan kompetitif.

Baca Juga:  Kominfo Lakukan Audit Sistem Pengendalian Konten Negatif untuk Cegah Kasus Berulang

Melalui sinergi pengendalian penduduk, percepatan penanganan stunting, serta peningkatan kualitas tenaga kerja, Pemerintah Kota Mojokerto optimistis dapat menciptakan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi produktif yang sehat, kompeten, dan berdaya saing di tengah dinamika perkembangan global. (tin)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Nasaruddin Umar, Menteri Agama

Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026, Kemenag Siapkan Penyaluran Rp1,5 Juta

17 Juni 2026 News
Rieke Diah Pitaloka

Rieke Diah Pitaloka Soroti Anggaran Komnas HAM 2027, Sebut Dana Penanganan Kasus Terlalu Minim

17 Juni 2026 News
Pramono Anung memperkuat kemitraan Jakarta-Singapura untuk investasi, transportasi publik, dan pembangunan kota global menjelang HUT ke-500 Jakarta.

Pramono Anung Perkuat Kerja Sama Jakarta-Singapura, Bidik Investasi dan Transformasi Kota Global

17 Juni 2026 News
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Ajak GPdI Perkuat Pembinaan Generasi Muda, Soroti Pinjol, Gadget, dan Kesehatan Mental

17 Juni 2026 News
Universitas Brawijaya menggelar pelatihan K3L dan tanggap darurat bagi tenaga kependidikan untuk mewujudkan kampus tangguh dan zero accident.

Universitas Brawijaya Perkuat Budaya Keselamatan, 300 Tendik Ikuti Pelatihan K3L dan Tanggap Darurat

17 Juni 2026 News

Tragedi Rope Jumping di Brasil: Tiga Instruktur Dijerat Pasal Pembunuhan

17 Juni 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Nasaruddin Umar, Menteri Agama

Insentif Guru Madrasah Non ASN Cair Akhir Juni 2026, Kemenag Siapkan Penyaluran Rp1,5 Juta

17 Juni 2026
Berita Terbaru
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Ajak GPdI Perkuat Pembinaan Generasi Muda, Soroti Pinjol, Gadget, dan Kesehatan Mental

17 Juni 2026
Universitas Brawijaya menggelar pelatihan K3L dan tanggap darurat bagi tenaga kependidikan untuk mewujudkan kampus tangguh dan zero accident.

Universitas Brawijaya Perkuat Budaya Keselamatan, 300 Tendik Ikuti Pelatihan K3L dan Tanggap Darurat

17 Juni 2026
Polres Probolinggo Kota mengungkap komplotan curanmor dan pembobol konter HP. Tiga pelaku masih buron, motif kejahatan terkait ekonomi dan judi online.

Polres Probolinggo Kota Bongkar Komplotan Curanmor dan Pembobol Konter HP, Tiga Pelaku Masih Diburu

17 Juni 2026

Tragedi Rope Jumping di Brasil: Tiga Instruktur Dijerat Pasal Pembunuhan

17 Juni 2026
Universitas Mataram belajar pengelolaan layanan disabilitas di UB untuk memperkuat pendidikan inklusif dan memperluas akses mahasiswa disabilitas (foto: Dok Humas UB)

Universitas Mataram Belajar ke Universitas Brawijaya Perkuat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Tinggi Inklusif

16 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.