Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
[gtranslate]
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Universitas Brawijaya Perkuat Budaya Keselamatan, 300 Tendik Ikuti Pelatihan K3L dan Tanggap Darurat

Universitas Brawijaya Perkuat Budaya Keselamatan, 300 Tendik Ikuti Pelatihan K3L dan Tanggap Darurat

Agathon AgnarAgathon Agnar News 17 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Universitas Brawijaya menggelar pelatihan K3L dan tanggap darurat bagi tenaga kependidikan untuk mewujudkan kampus tangguh dan zero accident.
Universitas Brawijaya menggelar pelatihan K3L dan tanggap darurat bagi tenaga kependidikan untuk mewujudkan kampus tangguh dan zero accident (foto: Dok Humas Universitas Brawijaya)

Malang (beritajatim.id) – Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kampus melalui penyelenggaraan Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) serta Tanggap Darurat bagi Tenaga Kependidikan Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung Samantha Krida UB, Senin (15/6/2026), menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun sumber daya manusia yang mampu merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terukur.

Pelatihan batch pertama tersebut diikuti sekitar 100 tenaga kependidikan dari Divisi Tata Usaha dan Kerumahtanggaan (DTUK). Program ini merupakan agenda berkelanjutan yang akan dilaksanakan dalam tiga gelombang hingga Agustus 2026 dengan total peserta mencapai sekitar 300 tenaga kependidikan dari berbagai unit kerja di lingkungan Universitas Brawijaya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Amelia Ayu Paramitha, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang keselamatan kerja sekaligus membekali mereka dengan kemampuan menghadapi situasi kedaruratan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh ketika menghadapi kondisi nyata di lapangan.

Melalui kombinasi materi dan simulasi, peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur keselamatan kerja, mitigasi risiko, penanganan keadaan darurat, hingga langkah-langkah penyelamatan awal yang dapat dilakukan sebelum bantuan profesional tiba.

Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari prioritas universitas dalam mewujudkan kampus tangguh K3. Penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan responsif terhadap berbagai potensi risiko.

Baca Juga:  SMKN 2 Tuban Kembangkan Bincang CafĂ©, Inovasi Teaching Factory untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Menurut Tri Wahyu Nugroho, seluruh tenaga kependidikan perlu memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat, mulai dari kebakaran hingga tindakan pertolongan pertama. Kompetensi tersebut menjadi elemen penting dalam mendukung terciptanya sistem keselamatan yang menyeluruh di lingkungan kampus.

Universitas Brawijaya juga menargetkan terbentuknya budaya keselamatan kerja yang kuat dengan orientasi pada pencapaian zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kesadaran, penguatan kompetensi, serta penerapan standar keselamatan secara konsisten di seluruh unit kerja.

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, M.Kes., menjelaskan pentingnya penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan secara sistematis melalui Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penerapan sistem tersebut mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kampus yang aman serta nyaman.

Ia menekankan bahwa budaya keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit tertentu, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh sivitas akademika. Dengan penerapan SMK3 yang optimal, potensi bahaya dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan secara efektif.

Selain memberikan pemahaman teknis, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai landasan hukum penerapan K3L di Indonesia. Regulasi tersebut antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Hapus Utang Macet Petani-Nelayan UMKM, Perkuat Keberpihakan pada Sektor Pangan

Sementara itu, materi terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran disampaikan oleh perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Novan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya mengenali sumber-sumber potensi kebakaran di lingkungan kerja, termasuk instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik, hingga penyimpanan bahan yang mudah terbakar.

Menurut Pandu Novan, kesadaran terhadap risiko menjadi langkah awal yang paling efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran. Semakin tinggi tingkat pemahaman individu terhadap potensi bahaya di sekitarnya, semakin besar peluang untuk menekan risiko sebelum insiden terjadi.

Sebagai bagian dari pelatihan, peserta juga mengikuti simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan praktik penanganan berbagai jenis kebakaran sesuai klasifikasinya. Simulasi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengambil keputusan cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Melalui pelatihan K3L dan tanggap darurat ini, Universitas Brawijaya berharap seluruh tenaga kependidikan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi risiko di lingkungan kerja. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UB dalam menciptakan kampus yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Rieke Diah Pitaloka

Rieke Diah Pitaloka Soroti Anggaran Komnas HAM 2027, Sebut Dana Penanganan Kasus Terlalu Minim

17 Juni 2026 News
Pramono Anung memperkuat kemitraan Jakarta-Singapura untuk investasi, transportasi publik, dan pembangunan kota global menjelang HUT ke-500 Jakarta.

Pramono Anung Perkuat Kerja Sama Jakarta-Singapura, Bidik Investasi dan Transformasi Kota Global

17 Juni 2026 News
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Ajak GPdI Perkuat Pembinaan Generasi Muda, Soroti Pinjol, Gadget, dan Kesehatan Mental

17 Juni 2026 News

Tragedi Rope Jumping di Brasil: Tiga Instruktur Dijerat Pasal Pembunuhan

17 Juni 2026 News
Universitas Mataram belajar pengelolaan layanan disabilitas di UB untuk memperkuat pendidikan inklusif dan memperluas akses mahasiswa disabilitas (foto: Dok Humas UB)

Universitas Mataram Belajar ke Universitas Brawijaya Perkuat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Tinggi Inklusif

16 Juni 2026 News
Gubernur Khofifah mengajak puluhan ribu warga memaknai 1 Muharram 1448 H sebagai momentum hijrah menuju hidup sehat, produktif, dan berkualitas.

Gubernur Khofifah Ajak Puluhan Ribu Warga Maknai 1 Muharram 1448 H sebagai Momentum Hijrah dan Hidup Sehat

16 Juni 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Rieke Diah Pitaloka

Rieke Diah Pitaloka Soroti Anggaran Komnas HAM 2027, Sebut Dana Penanganan Kasus Terlalu Minim

17 Juni 2026
Berita Terbaru
Polres Probolinggo Kota mengungkap komplotan curanmor dan pembobol konter HP. Tiga pelaku masih buron, motif kejahatan terkait ekonomi dan judi online.

Polres Probolinggo Kota Bongkar Komplotan Curanmor dan Pembobol Konter HP, Tiga Pelaku Masih Diburu

17 Juni 2026

Tragedi Rope Jumping di Brasil: Tiga Instruktur Dijerat Pasal Pembunuhan

17 Juni 2026
Universitas Mataram belajar pengelolaan layanan disabilitas di UB untuk memperkuat pendidikan inklusif dan memperluas akses mahasiswa disabilitas (foto: Dok Humas UB)

Universitas Mataram Belajar ke Universitas Brawijaya Perkuat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Tinggi Inklusif

16 Juni 2026
Tim URC Polres Situbondo menangkap dua DPO kasus curat dan pencabulan anak di Bali. Keduanya kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tim URC Polres Situbondo Tangkap DPO Curat dan Pencabulan Anak yang Buron hingga Bali

16 Juni 2026
Gubernur Khofifah mengajak puluhan ribu warga memaknai 1 Muharram 1448 H sebagai momentum hijrah menuju hidup sehat, produktif, dan berkualitas.

Gubernur Khofifah Ajak Puluhan Ribu Warga Maknai 1 Muharram 1448 H sebagai Momentum Hijrah dan Hidup Sehat

16 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.