Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kembali menggelar lelang kendaraan dinas eks kepala perangkat daerah. Lelang tahap ketiga ini dibuka mulai 4 hingga 10 Desember 2024 setiap pukul 09.00 WIB.
Menurut Kepala Bidang Penatausahaan, Pemanfaatan, dan Pemindahtanganan Barang Milik Daerah BPKAD Surabaya, Dimas Nuswantoro, total ada 15 unit kendaraan yang dilelang. Rinciannya, 14 unit mobil Toyota Innova eks kepala dinas dan 1 unit ambulan jenis Panther.
“Pengumuman lelang sudah dibuka sejak tanggal 4 Desember dan akan berlangsung hingga tanggal 10 Desember. Ada 14 unit Innova dan 1 unit ambulan yang siap dilelang,” ujar Dimas.
Dimas menjelaskan, kendaraan yang dilelang kali ini adalah sisa dari total 42 unit kendaraan dinas yang sebelumnya dilelang. Sebelumnya, mobil eks Wali Kota, Sekda, dan Asisten sudah terjual dalam lelang sebelumnya.
“Dari total 42 kendaraan eks kepala dinas, 28 unit sudah laku terjual, termasuk mobil Pak Wali, Pak Sekda, dan Asisten. Kali ini, kami melelang sisa mobil eks Kepala Perangkat Daerah yang belum laku,” jelasnya.
Cara Ikut Lelang Kendaraan Dinas
Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran lelang dapat dilakukan melalui situs https://portal.lelang.go.id yang dikelola oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kementerian Keuangan RI.
Peserta juga dapat melihat kondisi fisik kendaraan di Gudang BPKAD Surabaya di Jalan Dupak Rukun No. 104 pada 5, 6, dan 9 Desember 2024 pukul 08.00–16.00 WIB.
Dimas memaparkan, persyaratan untuk mengikuti lelang mencakup KTP, NPWP, dan alamat e-mail aktif. Setelah diverifikasi oleh KPKNL, peserta dapat menyetorkan jaminan lelang sebagai bukti keseriusan.
Jaminan dan Nilai Limit Lelang
Jaminan untuk mengikuti lelang kendaraan Toyota Innova ditetapkan sebesar Rp 60 juta. Sementara, untuk ambulan, nilai limit lelangnya Rp 32 juta dengan jaminan sebesar Rp 16 juta.
“Nilai jaminan adalah 50 persen dari nilai limit bawah lelang. Jadi peserta yang serius dapat menyetorkan jaminan sesuai kendaraan yang diminati,” kata Dimas.
Dimas menambahkan, kondisi fisik kendaraan eks kepala dinas cukup baik, berbeda dengan ambulan yang kondisinya memerlukan perbaikan. Untuk meningkatkan partisipasi, Pemkot Surabaya telah melakukan sosialisasi melalui kecamatan, kelurahan, dan showroom kendaraan bekas.
“Kami mengirim surat pemberitahuan ke kelurahan, kecamatan, hingga showroom-showroom kendaraan bekas di Surabaya. Harapannya, makin banyak masyarakat yang tertarik mengikuti lelang ini,” pungkasnya. (rio/hdl)


as a preferred source on Google




