Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Konsorsium II Program Kota Masa Depan UK PACT menggelar acara Market Sounding Kawasan Kota Lama Surabaya 3.0 pada Senin (20/1/2025) di Hotel Sheraton, Surabaya.
Kegiatan ini bertujuan menjembatani pemilik gedung di Kota Lama dengan para investor untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan.
Market Sounding ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Perhubungan RI dan Pemerintah Inggris yang melibatkan World Resources Institute (WRI) Indonesia, ARUP, dan Vital Strategies.
Dalam acara ini, WRI Indonesia menyerahkan laporan berjudul Mengubah Warisan Menjadi Peluang: Pengembangan Model Bisnis untuk Kota Lama Surabaya kepada Pemkot Surabaya.
Potensi Ekonomi Kota Lama Surabaya
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menyampaikan bahwa kawasan Kota Lama Surabaya telah menjadi destinasi populer sejak diluncurkan pada 2024.
“Alhamdulillah, kawasan ini cukup viral. Namun, masih ada pekerjaan rumah, terutama menata aktivitas pendukung wisata seperti pasar. Potensinya sangat besar jika pengunjung bisa lebih lama berbelanja,” ungkap Agus.
Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus menata kawasan Kota Lama dan mengembangkan kegiatan ekonomi serta pariwisata.
“Kami ingin memastikan investor dan pemilik gedung bisa saling terhubung untuk mewujudkan potensi besar kawasan ini,” tambahnya.
Dukungan Desain Konseptual dan Kajian Investasi
Ary Lesmana, Head of PMEL and Managing Result WRI Indonesia, menjelaskan bahwa desain penataan kawasan Kota Lama yang telah diserahkan pada November 2024 menjadi dasar untuk meningkatkan mobilitas aktif dan daya tarik kawasan.
Desain ini memadukan karakter sejarah unik di kawasan Kota Lama, seperti zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu.
“Kajian kami juga menunjukkan bahwa kawasan ini menarik 44.150 pengunjung per minggu, dengan 96 persen merekomendasikan Kota Lama kepada teman,” ujar Ary.
WRI Indonesia juga mengembangkan model bisnis yang memadukan kelestarian warisan sejarah dengan pembangunan ekonomi. Hal ini diharapkan memperkuat posisi Kota Lama sebagai destinasi budaya dan pusat bisnis di Surabaya.
Fasilitas dan Peluang Investasi
Market Sounding Kawasan Kota Lama Surabaya 3.0 menawarkan 39 lokasi bangunan dan lahan yang siap dijual atau disewakan. Lokasi ini tersebar di Jalan Kasuari, Jalan Panggung, dan Jalan Karet.
Sebelumnya, para peserta turut diajak tur mengelilingi kawasan untuk melihat potensi langsung, disusul diskusi panel tentang peluang investasi.
Agus Imam Sonhaji berharap kawasan Kota Lama Surabaya dapat menjadi penggerak ekonomi Kota Pahlawan, khususnya di wilayah utara. “Kami optimistis investor bisa berkolaborasi dengan pemilik gedung untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar,” tutupnya. (hdl)


as a preferred source on Google




