Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) sebesar 97, menempati peringkat pertama se-Jawa Timur pada tahun 2023.
Hasil ini dipaparkan langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Upaya Pemberantasan Korupsi bersama seluruh kepala daerah di Jawa Timur, yang digelar di Gedung Negara Grahadi, kemarin (13/6/2024).
Dalam keterangan tertulis yang dirilis Sabtu (15/6/2024), KPK tidak hanya memaparkan hasil penilaian MCP dari masing-masing pemerintah kota/daerah, tetapi juga menyajikan data pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi yang terjadi di Jawa Timur dari tahun 2020 hingga 2024. Berdasarkan data tersebut, terdapat 343 aduan dugaan korupsi yang terjadi di Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa data tersebut mencakup laporan dari seluruh instansi pemerintahan di Kota Surabaya, bukan hanya dari lingkungan Pemkot Surabaya. “Surabaya memang memiliki pengaduan tertinggi, tetapi itu mencakup seluruh instansi di kota ini, termasuk kementerian, lembaga, dan provinsi,” ujar Wali Kota Eri.
Selain itu, KPK juga menampilkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemkot Surabaya tahun 2023, yang menunjukkan hasil memuaskan dengan nilai 79,57 persen (kategori hijau). Wali Kota Eri memastikan bahwa jumlah aduan dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Surabaya jauh lebih sedikit. “Ada aduan, tapi jumlahnya hanya sekitar 30an,” katanya.
Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa sebagian besar aduan dugaan korupsi terkait dengan percepatan pelayanan. Bahkan, beberapa ketua RW juga dilaporkan ke KPK. “Sampai ketua RW juga ada yang dilaporkan. Meski sebenarnya RW boleh saja mengumpulkan iuran untuk pembangunan jalan yang rusak,” jelas Cak Eri.
Cak Eri menambahkan bahwa tantangan ini mendorong Pemkot Surabaya untuk terus meningkatkan upaya pencegahan korupsi, tidak hanya di lingkungan pemkot, tetapi juga di seluruh instansi pemerintahan di Kota Surabaya. “Ini menjadi tantangan bagi kita untuk membuat Surabaya terus bergerak maju dan bebas dari praktik korupsi,” tandasnya. (rio)


as a preferred source on Google




